SPORTOURISM - “Rumput tetangga selalu lebih hijau daripada rumput sendiri”. Ungkapan tersebut terkadang bisa diartikan bahwa kita selalu melihat tempat yang jauh tampak lebih indah daripada yang di dekat tempat tinggal kita sendiri.

Sebagai orang yang dilahirkan di Ciamis, sudah seharusnya saya mengekspos wisata di daerah sendiri agar bisa lebih terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi sekarang konten-konten di media sosial bisa menjadi berkah bagi tempat wisata menarik yang masih belum terjamah oleh orang banyak karena agak tersembunyi.

Pada saat itu saya bersama sahabat berencana untuk liburan bersama ke suatu tempat yang bisa membuat pikiran fresh kembali setelah sekian lama mencari pekerjaan. Banyak sekali objek wisata yang saling kami tawarkan tetapi karena kantong sedang kempes alias pas-pasan, kami pun memilih Sungai Cireong, objek wisata alam murah meriah, maklum pengacara alias pengangguran banyak acara.



Ketika mendengar nama sungai, yang terlintas dalam benak tentu saja sebuah sungai yang membentang luas tanpa ada sesuatu yang menarik, tetapi bagi kami bermain di sungai adalah hal yang menyenangkan. Memiliki tempat tinggal yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan justru membuat sungai merupakan hal menarik dan sederhana untuk bernostalgia bersama sahabat masa kecil.

Sungai yang berlokasi di Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis ini jaraknya hanya sekitar 6 km dari jalan nasional Sindangkasih ke arah utara. Sungai Cireong tersembunyi di kaki Gunung Sawal dan berdampingan dengan Gunung Golkar. Dikatakan demikian karena letaknya memang jauh dari pusat kota dan memang tersembunyi di balik rimbunnya vegetasi hutan.

Minggu pagi, kami tetap memaksakan pergi ke Cireong dengan menembus dinginnya udara Ciamis yang sedang diguyur hujan. Udara segar dan sejuk khas pegunungan begitu terasa. Pesona alam menuju Cireong sangat menyehatkan, karena persediaan oksigen masih sangat bagus dari pohon-pohon yang menjulang di sepanjang perjalanan.



Letak Cireong yang berada di dataran tinggi dengan medan jalan yang kecil dan menanjak ini hanya cocok untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Kurangnya petunjuk jalan menuju lokasi ini memang sangat disayangkan, tetapi alangkah baiknya kita bertanya pada warga Ciamis yang terkenal ramah dan baik hati.

Tiba di lokasi, kami hanya membayar Rp. 2.000,- untuk parkir motor saja, dan untuk tiket masuk tidak dikenakan biaya karena gratis. Terlepas dari namanya yang kurang menarik, dengan hamparan air sungai yang memanjang, Sungai Cireong itu pun kian ramai dikunjungi. Walaupun saat itu sedang diguyur hujan, tempat ini tetap banyak dikunjungi terutama oleh para remaja. Latar arus sungai dan hamparan batu dalam foto memang menghasilkan gambar yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Sungai Cireong yang berair jernih menyajikan pesona keindahan tersendiri, ditambah pemandangan alam sekitar yang indah dan masih belum banyak terjamah. Hal ini terbukti ketika kami tiba di tepi sungai, banyak orang yang sedang berenang dan airnya tetap jernih.



Saya pun ingin segera menceburkan diri setelah melihat air sungai, tetapi karena tidak berbekal pakaian ganti, saya pun hanya bisa bermain air di atas bebatuan besar yang ada di tengah sungai. Padahal hal menarik yang dapat dilakukan ketika berada di sungai adalah berenang, dan tak lengkap rasanya bila tidak berenang.

Sungai Cireong bermuara di Sungai Citanduy. Apabila ditelusuri dengan berjalan ke arah hulu terdapat batu yang berukuran cukup besar sehingga membelah arus air sungai dan menimbulkan kolam-kolam untuk berenang. Batu tersebut ada yang disebut batu gajah dan juga batu cinta karena berbentuk hati.

Awalnya kami pun ingin melihat batu tersebut tetapi karena kondisi jalan yang basah dan becek karena hujan, kami hanya menikmati pesona alam di titik yang menjadi pusat keramaian sungai.

Setelah puas berswafoto dan bermain air, kami pun merasakan lapar, tetapi sedikit kecewa setelah melihat fakta bahwa di Cireong belum tersedia kuliner menarik, sedangkan untuk mengganjal perut ada banyak kios yang berjajar di halaman parkir.

Oleh karena itu, kami yang saat itu sedang mencari pekerjaan berkeinginan untuk mengelola kios mie bakso atau kuliner lainnya sehingga wisatawan akan lebih bahagia menyusuri sungai di Kabupaten Ciamis ini.



Walaupun demikian, Cireong akan selalu menjadi tujuan wisata kami selama pintu ajaib masih dimiliki Doraemon, karena untuk menuju tempat-tempat indah nan jauh itu perlu menabung demi ongkos perjalanannya.

Sedangkan untuk berwisata di daerah sendiri tidak perlu ongkos mahal yang penting bisa merasakan kebersamaan dan kebahagiaan, karena sejatinya kebersamaan dan kebahagiaan itu cukup dengan menjaga keseimbangan hidup dan menikmatinya dengan sepenuh hati.

Penulis : Destiani Suryantika Efendi
Facebook: Destiani Efendi
Twitter : @destiefendi
Instagram : @destiefendi16

related posts