SPORTOURISM - Aku tidak pernah bercita-cita sebagai seorang traveller, apa lagi keliling dunia, gak pernah tuh kepikiran sedikitpun tentang hal itu. Tapi kali ini kesempatan berkuliah di Korea menjadi kesempatan aku untuk “berenang sambil meminum air”. Iya itu .... sambil belajar dan juga travelling hehehe ... ini kisah travelling-ku 1,5 tahun di Korea.

1,5 tahun di korea bukan waktu yang sebentar, berarti aku melewati 2 kali musim gugur, 2 kali musim dingin, 1 kali musim panas, dan 1 kali musim semi. Bagiku yang hidup di negara tropis, tinggal di negara 4 musim menjadi liburan tersendiri. Karena setiap musim punya keunikan yang bisa menjadi sebuah cerita. Hanya berkeliling di sekitar kampus saja sudah senang bagiku karena merasakan hal yang berbeda setiap harinya.

 

Namanya juga musim dingin segalanya jadi dingin. Salju dimana-mana, semua pakai jaket yang tebal, ada juga yang sampe pakai sarung tangan. Karena aku berkuliah di daerah Busan, salah satu daerah yang jarang sekali turun salju, malah hampir gak pernah. Maka dari itu aku dan teman-temanku memutuskan untuk liburan ke Muju.

Muju adalah salah satu kota di Korea Selatan yang memiliki tempat Sky Resort yang terkenal. Kalau main Ice Skating si di Indonesia juga pernah. Tapi kalau main Sky, itu pengalaman pertamaku. Awalnya jatuh terus, kesananya bisa ko walau masih terus jatuh hehe. Ini juga pengalaman pertama aku memegang salju. Norak ya megang salju aja seneng, tapi ya mau gimana lagi. Pernah naik kereta gantung? di TMII Jakarta misalnya.

Nah di Sky Resort ini juga ada kereta gantungnya tapi fungsinya berbeda. Bukan hanya sekedar melihat pemandangan tapi sebagai ekskalator untuk naik gunung bersalju. Turunnya? Langsung meluncur deh. Aku gak nyoba karena gak berani. Aku suka salju. Gak suka salju itu kalau lagi badai, rasanya malas sekali buat keluar.

Seoul salah satu kota di Korea Selatan yang bagiku dinginnya itu cukup ekstrim, secara aku tinggal di Busan musim dingin dengan 0 derajat aja jarang sekali, di Seoul sering kali sampai (-). Pernah waktu aku main ke SM Town. Kalau para K-Popers pasti tau deh apa itu SM Town hehe. Isinya tentang artis-artis korea yang berada dalam manajemen yang sama. Dari mulai foto, penghargaan, minitur, accecoris artis Korea ada semua di sini. Gila!!! Kalau aku salah satu penggemar dari mereka mungkin bakal ku borong semua tapi sayang enggak. Aku kurang begitu paham sala yang begituan karena sebenarnya kuliah di Korea bukan berarti aku suka sama K-POP ya.

 

Aku ingat sekali pada saat itu badai salju lagi ekstrim banget yang tadinya berencana mau ke sungai han gang, gak jadi seketika karena saking dinginnya. Jadi terjebak deh di salah satu mall yang di dalamnya ada aquarium nya kaya Sea World gitu kalau di Indonesia, namanya COEX Mall. Gagal deh ke sungai han gang tapi gak apa-apa, aku suka ko lihat binatang.

Musim dingin berlangsung kurang lebih 6 bulan lamanya, aku sering ke pantai Heundae kalau musim ini, apalagi kalau malam, karena sepanjang jalan menuju pantai semuanya lampu. Lampunya berwarna-warni, ada merah, kuning, hijau, ungu. Banyak bentuknya juga, ada lampu yang berbentuk pohon, berbentuk love, berbentuk boneka salju, atau hanya sekedar menempel di tembok.

Melihat lampu saja sudah seperti liburan bagiku, rasanya nyaman. Kebayangkan orang korea romantisnya kaya apa kalau di drama-drama di tambah lagi banyak kerlap kerlip lampu udah deh meleleh ni hati.

Main sky udah, ke tempat K-Popers udah sekarang lanjut ke tempat syutingnya drama Korea. Kalian pasti tau drama korea winter sonatakan? Pasti pada tau deh apalagi yang lahirnya tahun 90an kaya aku. Walaupun jujur aku belum pernah nonton filmya tapi libur musim dingin kemarin aku main ke tempat syutingnya mereka loh di Nami Island.

Foto juga di pohon-pohon yang tak berdaun, spot foto legendarisnya winter sonata. Kalau kalian pensaran kaya apa bisa tanya om google kaya apa si tempatnya, atau bisa juga tanya aku langsung hehe. Dalam setaun aku ke sana sampai dua kali. Waktu aku pertama kali ke Nami Island sungai di sana membeku, bikin suasana romantis semakin terasa, dari nami island aku ke petite france. Salah satu tempat syuting drama korea My Love From The Star. Dari namanya aja udah ada kata “France”-nya jadi jelas banget disini tempatnya kaya gimana. Ala-ala “France”. Isinya? Pasti banyak spot foto, rumah-rumah ala france yang warna-warni, tak lupa dengan lampu-lampu yang cantik.

Kalau musim semi, musim yang paling indah di antara musim yang lain. Hawanya nyaman hampir sama seperti Indonesia yang tropis. Aku gak begitu kesulitan untuk melewati musim ini, karena notaben-nya sama seperti Indonesia.

Musim semi makin banyak tempat wisata gratis yang bisa dikunjungi. Salah satunya di daerah Sasang Busan, sepanjang jalan itu semuanya penuh bunga warna-warni dan properti lucu seperti minion. Aku gak bisa sebutin satu persatu apa nama bunganya karena aku gak hapal namanya, yang aku tahu sepanjang jalan isinya bunga. Kalian yang suka banget selfie dan upload ke sosial media ini cocok banget.

 

Kalian suka doraemon? Aku pernah dateng ke tempat yang isinya mungkin ada 1000 patung doraemon. Gemesss deh, bikin liburan musim semi makin meriah padahal ini dekat dari kampus dan gratis. Buat mahasiswa kaya aku ini pas di kantong. Sama satu lagi, bunga sakura. Ternyata gak perlu dateng jauh-jauh ke Jepang untuk melihat bunga pink cantik itu.

Walaupun Korea sama Jepang itu jaraknya dekat sekali, seperti dari pulau Jawa ke Bali, apa mungkin lebih dekat dari itu. Ternyata di Korea saat musim semi bunga sakura ada dimana-mana, di kampus ku juga ada. Musim tercantik yang pernah aku alami selama ini.

Musim panas dataaaaaaang. Selain musim dingin, musim panas dalah musim yang paling aku gak suka. Pengennya di kamar terus karena dingin ada AC. Sekalinya keluar belum juga 5 menit udah keringetan, secara muka aku berminyak banget.

Musim panas cocoknya main ke pantai. Di sana berenang dan berjemur pake bikini. Itu kalau bule ya, kalau aku? Aku cukup dateng ke pantai Heundae sambil menikmati acara musim panas di sana. Kalau musim panas di sana itu pasti ada yang namanya pesta pasir, di mana pasir yang ada di pantai di bentuk berbagai macam bentuk sesuai tema. Jangan lupa pakai kacamata biar gak silau dan tetep gaya kalau di foto. Hehe Jangan lupa banyak-banyak makan ice cream biar gak dehidrasi sama biar dingin aja badan kitanya.

Aku juga sering mampir ke coffee shop kalau musim panas gini. Dateng ke cofee shop bukan untuk minum kopi tapi untuk makan patbingsu. Kalian tahu patbingsu? Ice cream yang pakai topping buah itu seger banget titik. Patbingsu itu salah satu makanan khas Korea. Sebenernya banyak banget macam patbingsu itu tapi yang sering aku beli itu patbingsu manggo. Isinya es serut, sirup dan ada potongan mangganya. Ngebayanginnya aja udah ngiler.

 

Aku datang pertama kali ke Korea pada saat musim gugur, yang menurutku musim gugur itu musim yang paling cantik. Daun berubah dari berwarna hijau menjadi orange, setelah itu berubah menjadi coklat lalu kuning, setelah itu berguguran di sepanjang jalan. Udaranya sejuk, tapi tetep harus pakai jaket ya karena kalau enggak nanti bisa masuk angin. Musim semi adalah musim beribu-ribu festival.

Dari mulai festival kembang api yang tiap tahun di selenggarakan di Gwangali, Jembatan di atas pantai. keren romantis!!!!! Kalau gak salah durasinya itu sekitar 2 jam. Kembang api akan bergantian menyala, berkonsep, mengikuti alunan musik. Supaya dapat spot yang bagus, kita harus sudah datang ke tempat dari siang hari. Karena semakin malah suasananya akan semakin ramai dan padat. Telat sedikit aja bisa-bisa kita gak akan bisa melihat kembang apinya di spot yang terbaik.

Asia Song Festival, ya asia song festival tempatnya berkumpul para artis. Acara inipun ada di musim gugur. Lagi-lagi ini acaranya penggemar K-POPERS, aku yang gak suka aja nonton sampe 3 kali. Apa lagi yang suka, kayanya gak bakal sampe kelewatan.

Walau aku bukan K-POPERS tapi boy band terkenal seperti EXO, GOT7, girl band terkenal seperti RED VELVET, MAMAMOO dan artis terkenal lainnya, aku pernah melihat penampilan mereka langsung dari dekat. Apalagi terakir aku tonton, aku duduk di jajaran paling depan. Rasanya GILA fanatik banget orang-orang sana tu. Teriakannya bikin telinga mau pecah, pengang banget. Biasanya mereka duduk bergeng-geng dengan membawa lightstick sesuai dengan boy band atau girl band yang mereka suka. Misalnya kalau GOT7 pasti lightstick warnanya hijau, kalau EXO pasti warnanya abu.

Lightstick adalah properti yang wajib di bawa fans saat konser, salah satu sebagai tanda dukungan fans untuk artisnya. Ada artis Indonesia juga lo yang pernah manggung di sini, salah satunya Afghan. Sayangnya pas zamanku gak ada artis Indonesia yang manggung di acara Asia Song Festival ini. Boy Band dan Girl Band Korea juaranya tapi Budaya dan Keindahan alamnya Indonesia tetap tidak bisa terkalahkan.

1,5 tahun adalah waktu yang cukup panjang tapi belum semua terjelajahi. Aku bersyukur bisa tinggal di negeri ginseng ini untuk mendapat pengalaman dan juga pastinya TRAVELLING. Karena tidak semua orang seberuntung aku. Sambil Berenang Minum Air “Travelling”.

 

Nama                    : Ligia Rifani

Email                     : ligiarifani@gmail.com

FB                           : Ligia Rifani

Instagram            : @ligiarifani & @Jeiyagie