SPORTOURISM - Pulantara merupakan salah satu bangunan Keraton Kanoman yang mengalami kerusakan parah. Bangunan Pulantara ini berdenah persegi panjang berlantai tiga dan menghadap ke arah selatan. Bangunan tersebut mempunyai panjang ± 24,80 meter, lebar bangunan ± 13 meter, dan memiliki tinggi ± 9,50 meter ini terletak paling ujung timur dalam Keraton Kanoman, Cirebon, Jawa Barat.

Berdasarkan data info yang dihimpun dari bpcb banten, Pulantara didirikan oleh Pangeran Purbaya putra dari Sultan Mohamad Badrin yang dibangun sekitar tahun 1600-an Masehi, bangunan Pulantara pada awalnya berfungsi sebagai tempat tinggal para anak-anak Sultan.

Sejak didirikannya bangunan Kaputren oleh Sultan Kanoman yang ketiga yaitu Sultan Alimudin, bangunan Pulantara kemudian kehilangan fingsinya sebagai tempat tinggal anak-anak Sultan, karena tempat tinggal para anak-anak Sultan berpindah tempat ke bangunan Kaputren. Hal tersebut disinyalir karena Pulantara terlalu kecil untuk menampung seluruh keturunan Sultan

Fungsi bangunan Pulantara kemudian sedikit terdegradasi menjadi tempat tinggal para kesatria. Kemudian penurunan fungsi kembali terjadi masanya Sultan Zulkarnaen sekitar abad ke 19, bangunan Pulantara difungsikan menjadi tempat penyimpanan benda-benda pusaka untuk upacara Maulid.

Pada 29 Maret 2011, atap bangunan runtuh akibat terpaan angin dan faktor usia bangunan. Sampai sekarang bangunan Pulantara masih belum dapat direnovasi dan hanya dibiarkan begitu saja. Dikhawatirkan bangunan ini akan runtuh seluruhnya karena faktor usia. Bukan hal yang mustahil jika suatu saat nanti Keraton Kanoman akan kehilangan salah satu bangunan terbesarnya, jika tidak segera ditangani oleh pihak-pihak terkait yang peduli. [AR]