SPORTOURISM – Mendaki kini seolah menjadi sebuah trend, banyaknya pendakian membuat jalur-jalur pendakian gunung mulai dikelola dan dibangun pos-pos untuk memudahkan para pendaki. Ada hal unik di setiap jalur, berbagai nama aneh di setiap tanjakan jalur pendakian yang membuat para pendaki menjadi penasaran.

Tak jarang penamaan tanjakan-tanjakan di gunung sesuai dengan kisah ataupun perasaan para pendaki yang sudah mencobanya. Meski, tak jarang ada nama yang sengaja dibuat alay agar terlihat lucu. Berbanding terbalik dengan rute yang diberikan. Berikut beberapa nama tanjakan unik dan juga menarik bagi pendaki di pegunungan di pulau jawa :

Tanjakan Cinta

Sahabat Sporto pasti mengenal Tanjakan Cinta di Gunung Semeru. Jalur menuju ke puncak Mahameru dengan kemiringan  45 derajat. Tanjakan Cinta sangat popular dengan mitos yang melatarbelakanginya. Konon nama tanjakan cinta bermula dengan adanya dua sejoli yang sedang mendaki Gunung Semeru. Ketika melewati tanjakan ini, si wanita yang berjalan di belakang si pria mengalami kelelahan tanpa diketahui si pria. Si wanita pun kecelakaan dan akhirnya tewas. Tragedi inilah yang menyebabkan ada mitos “Jika berjalan naik tanpa berhenti dan menoleh ke belakang, kisah cinta akan berakhir bahagia”.

Tanjakan Eskalator

Jawa Tengah juga mempunyai tanjakan unik dan aneh yang bisa ditemui namanya eskalator. Ini bukan eskalator yang bisa jalan seperti di mal. Tanjakan eksalator bisa ditemui di pendakian Gunung Sumbing via Banaran. Jalur ini tidak berbeda dari jalur sebelumnya yang menyajikan tanjakan tanpa ampun bagi para pendaki. Tanjakan yang model tangga alami ini tersaji hampir setengah dari rute pendakian Gunung Sumbing via Banaran. Jadi, jangan bosan jika trek ini akan selalu menjadi ‘mimpi indah’ di dalam pendakian.

Tanjakan Setan

Beralih dari Jawa Tengah ke Jawa Barat akan mengenal Tanjakan Setan. Tanjakan Setan ada di Gunung Gede. Tanjakan Setan di Gunung Gede berada sesaat sebelum sampai puncak. Tanjakan Setan berupa tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat dan tinggi sekitar 30 hingga 50 meter. Nama Tanjakan Setan diambil, karena trek yang paling ekstrim di sepanjang jalur pendakian gunung gede. Tantangan yang diberikan seolah-olah Sahabat Sporto sedang menantang setan yang merupakan musuh terakhir sebelum menang. Untuk melewati tanjakan setan ini sudah diberi kabel baja atau tali dan juga sedikit mengantri, karena ramainya pendaki ketika  mengejar summir attack.

Tanjakan Iblis

Jika Gunung Gede memiliki Tanjakan setan, maka Gunung Salak memiliki Tanjakan Iblis. Di Tanjakan  Setan Gunung Gede, pendaki masih dibantu dengan kabel baja untuk naik. Namun, di Gunung Salak, pendaki hanya menggunakan kaki tanpa bantuan ketika naik. Inilah kenapa tanjakan di Gunung Salak ini sejahat iblis dan disebut dengan Tanjakan Iblis.

Tanjakan Iblis terbentuk dari bongkahan batu gunung yang berlumut dan sangat licin jika hujan. Tidak adanya tali dan semacamnya, akan membuat pendaki pikir-pikir untuk naik ketika turun hujan. Hanya ada seutas tali yang disambung dengan spanduk bekas yang akan cukup membantu pendaki untuk naik.

Tanjakan Seruni

Tanjakan Seruni adalah nama tanjakan setelah tanjakan bin-bin di jalur pendakian Gunung Ceremai via Linggarjati. Tanjakan ini mengharuskan pendaki naik dengan setengah memanjat karena tanjakan yang cukup tinggi. Akar pepohonan akan membantu Sahabat Sporto untuk memanjat di jalur yang cukup panjang di Gunung Ciremai ini. Selain jalurnya rapat, Tanjakan Seruni cukup panjang dan sangat menanjak. Jika hujan, sepanjang jalur sangat licin.

Tanjakan Penyesalan

Tanjakan Penyesalan bukan hanya ada di bukit penyesalan Gunung Rinjani namun juga ada di jalur pendakian Gunung Cikuray via Cilawu. Pendakian Gunung Cikuray via Cilawu dipenuhi banyaknya tanjakan dengan nama-nama yang cukup alay. Bukan hanya banyaknya tanjakan, namun jalurnya dari bawah sampai puncak berupa tanjakan sehingga banyak nama-nama tanjakan yang tercipta di setiap lokasi.

Sebut saja Tanjakan Cihuy, Tanjakan Ambing, Tanjakan Wakwaw, Tanjakan Pesanan dan Tanjakan Sakti. Semuanya adalah tanjakan dengan ciri khas yang hampir sama karena memang jalur pendakian seluruhnya berupa tanjakan. Inilah yang membuat beberapa pendaki nyaris berfikiran menyesal ketika melintasi jalur pendakian Gunung Cikuray via Cilawu ini.

Tanjakan Asu atau Tanjakan Naga

Pendaki di daerah Surabaya pasti sangat mengenal nama Tanjakan Asu (anjing) atau Tanjakan Naga. Tanjakan ini berada di jalur pendakian gunung arjuna dan welirang via Tretes. Pendaki akan menemui tanjakan ini selepas dari pos 2, Kop-kop’an. Asal mula nama Tanjakan Asu ini berawal dari sebuah tragedi, namun bukan tragedi yang berakhir tragis. Masyarakat Surabaya kerap kali menyebut nama penghuni sekebun binatang jika sedang kesal atau marah. “Asu” atau anjing adalah kata yang paling sering disebut pendaki khususnya daerah Surabaya ketika melewati Tanjakan ini.

foto : www.yukpiknik.com