SPORTOURISM - Perguruan pencak silat Merpati Putih (MP) memperingati hari jadi yang ke-55. MP merupakan perguruan bela diri tangan kosong yang menginduk pada Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI).

Merpati Putih (MP) merupakan salah satu perguruan pencak silat Bela Diri Tangan Kosong (PPS Betako). Selain itu, kini MP juga disebut sebagai salah satu aset budaya bangsa. Mengingat, jenis beladiri itu sudah ada sejak abad ke-15.

MP masuk keanggotaan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP). Selain itu, MP juga terdaftar di Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT.

Perguruan tersebut didirikan pada 2 April 1963 di Yogyakarta. Itu artinya, kini MP merayakan ulang tahun yang ke-55. Sekitar 30 tahun setelah berdiri, MP memiliki 85 cabang dalam negeri dan empat cabang luar negeri. Total ada 415 kelompok latihan yang tersebar di seluruh Nusantara.

MP didirikan oleh pewaris ilmu Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi). Mereka merupakan generasi ke sebelas dari pemilik ilmu bela diri Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Prabu Amangkurat II.

PPS Betako Merpati Putih berasal dari seni bela diri keraton. Merpati Putih merupakan singkatan dari Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening. Atau dalam bahasa Indonesia berarti 'Mencari Sampai Mendapat Kebenaran dengan Ketenangan'. Harapannya, mereka yang berguru bisa menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakan. Selain itu mereka juga berpedoman pada selogan 'Sumbangsihku Tak Berharga, Namun Keikhlasanku Nyata'.

Prinsip latihan di MP mementingkan aspek beladiri tanpa senjata atau tangan kosong. Bagian-bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tidak kalah ampuh dengan senjata sesungguhnya. Meski demikian, mereka tetap diperkenalkan dengan senjata secara ekstra kurikuler atau bukan kurikulum latihan

Mulai dari pengenalan dasar sebuah senjata, sifat dan karaktaristik senjata, hingga cara menaklukkan senjata tersebut. Itu dilakukan atas pertimbangan jika seorang anggota MP tidak akan bisa mengalahkan lawan bersenjata apabila tidak memahami karaktaristik dari senjata tersebut. Mulai dari bentuk, lintasan, alat penyasar, target sasaran senjata, dan sebagainya.