SPORTOURISM - Pemerintah terus mengangkat pencak silat agar semakin populer di seluruh penjuru dunia. Sehingga, bela diri asli Indonesia itu bisa dipertandingkan di Olimpiade.

Pada akhir Maret 2017 Indonesia mengajukan pencak silat ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Harapannya, olahraga bela diri tradisional itu bisa diakui dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda asli Indonesia.

Menurut Sesmenpora Gatot S Dewa Broto tahun lalu, pencak silat akan diakui UNESCO pada 2019. Setelah Badan PPB itu selesai melakukan evaluasi terhadap pencak silat. Ia optimis, peluang pencak silat untuk menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade akan semakin terbuka setelah mendapat pengakuan dari UNESCO.

Hingga saat ini pemerintah terus mengangkat pencak silat agar semakin dekat dengan gerbang Olimpiade. Seperti yang dilakuan Indonesia dalam gelaran Asian Games 2018 yang akan berlangsung mulai 18 Agustus mendatang.

Sebagai tuan rumah, Indonesia memanfaatkan Asian Games sebagai ajang promosi pencak silat. Dalam pesta olahraga paling akbar di Benua Asia itu, pencak silat akan dipertandingkan. Pencak silat disejajarkan dengan beberpa olahraga bela diri campuran seperti jujitsu, kurash, sambo dan wushu.

"Pemerintah terus berusaha dan tak pernah menyerah agar pencak silat menjadi olahraga yang dipertandingkan di olimpiade. Pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia, kita harus bahu-membahu mempromosikan agar menjadi kegemaran masyarakat dunia," kata Menpora saat membuka Pekan Pesantren Nusantara 2018 di Jombang pada Minggu (8/4) pagi.

Selain akan dipertandingkan di Asian Games, pemerintah juga terus mengajak seluruh dunia untuk mempopulerkan pencak silat. "Saya bersama PB IPSI terus mendirikan organisasi Silat dunia yang saat ini baru mencapi 34 negara. Syarat masuk Olimpiade paling tidak ada 70 negara," Menpora mengakhiri.

Sumber: kemenpora