Napak Tilas Asian Games 1962

SPORTOURISM - Mohammad Sarengat menjadi perhatian di Asian Games 1962. Dengan kecepatannya sebagai sprinter, ia mempersembahkan dua medali emas untuk Tanah Air.

Nama Mohammad Sarengat begitu identik dengan dunia olahraga di Tanah Air. Meski sudah menghembuskan napas terakhir pada 13 Oktober 2014, ia selalu dikenang sebagai salah satu pahlawan yang pernah mengharumkan Indonesia dalam gelaran Asian Games 1962.

Sebagai tuan rumah, Indonesia tidak hanya sukses sebagai penyelenggara. Prestasi yang ditorehkan atlet-atlet Kontingen Merah Putih mengejutkan dunia. Terutama penampilan memukau Sarengat di cabang atletik.

Pria kelahiran Banyumas pada 28 Oktober 1939 itu mempersembahkan dua medali emas. Yaitu pada nomor lari 100 dan 110 meter.

Tidak hanya mendulang emas, Sarengat juga mencetak rekor Asia di nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,5 detik. Rekor itu baru pecah 25 tahun kemudian oleh Purnomo dengan waktu 10,3 detik.

Aksi gemilang Sarengat di Asian Games membuat ia tidak hanya di kenal di Tanah Air tapi juga menjadi perbincangan di Asia. "Jarang sekali seorang atlet yang mempunyai prestasi begitu unik," kata Chef de Mission (CdM) Pakistan Hyat, seperti yang diberitakan Antara pada 6 September 1962.

Selain gemilang di Asian Games, kecintaan Sarengat pada di dunia olahraga juga diwujudkan dengan menjadi Sekjen KONI, Direktur Operasi Gelora Bung Karno dan Kepala Bidang Pembinaan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Sedangkan di bidang lain, ia pernah menjadi dokter pribadi wakil presiden Sultan Hamengkubuwono IX dan Adam Malik.