SPORTOURISM - Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke Kediri. Di sana, ia membangunkan Macan Putih untuk kembali berjaya seperti di awal tahun 2000an.

Persik Kediri merupakan klub yang saat ini berkompetisi di Liga 3 Indonesia. Alih-alih ingin kembali ke kompetisi kasta tertinggi yaitu Liga 1, klub berjuluk Macan Putih itu justru terdegradasi dari Liga 2 2017.

Meski demikian, sejarah Persik Kediri sebagai klub yang pernah ditakuti di Jawa Timur tidak akan pernah pudar. Bahkan, Persik sudah dua kali menjuarai Liga Indonesia atau yang sekarang menjadi Liga 1. Yaitu pada 2003 dan 2006.

Semakin melempemnya Persik dari musim ke musim membuat Menpora Imam Nahrawi angkat bicara. Sabtu (7/4), Menpora berada di Delicious Ballroom Cafe, Kediri bersama Calon Wali Kota Kediri Aizzudin. Mereka memberikan suntikan semangat kepada semua orang yang memiliki keterkaitan dengan Persik. Mulai dari manajemen, pemain, suporter bankan sponsor.

Menpora mengakui jika dulu Persik menjadi barometer kejayaan sepakbola Jawa Timur. "Barometer itu harusnya menjadi semangat bagi pengelola Persik agar kejayaan kembali terulang di masa mendatang. Bisa masuk di Liga 1 dengan pra syarat profesional yang harus dipenuhi," kata Menpora.

Selain itu, Menteri yang tengah mendapat tanggung jawab untuk menyukseskan Asian Games 2018 itu juga menyinggung soal Persik Mania. Suporter fanatik skuad Macan Putih. Menurutnya, antusiasme masyarakat Kediri terhadap sepak bola begitu tinggi.

"Klub bisa besar jika ada kepercayaan dari para pengurusnya, menejemen yang baik, suporter, sponsornya hingga regulasi. Masyarakatnya Persik gila bola. Belum lagi Persik Mania yang fanatik tetapi baik baik, damai dan tenang," kata Menpora mengakhiri.

Sumber: kemenpora