SPORTOURISM - Di masa kejayaannya, Rudy Hartono bak pahlawan tempur Indonesia. Bahkan, Sidang MPRS Maret 1968 sempat dihentikan sejenak untuk menghargai keberhasilan Rudy.

Rudy Hartono merupakan mantan pebulu tangkis tunggal putra kebanggaan Indonesia. Ia merupakan salah satu pahlawan bulu tangkis yang membuat Indonesia memiliki tradisi juara.

Karier gemilang Rudy dimulai pada 1968. Kala itu, ia menyabet gelar All England untuk kali pertama. Pria kelahiran Surabaya 68 tahun lalu itu menumbangkan pebulu tangkis Malaysia Tan Aik Huang di final. Ia menang dua set langsung dengan skor akhir 15-12 dan 15-19.

Kemenangan tersebut tidak hanya milik Rudy. Tapi menjadi milik segenap Bangsa Indonesia. Bahkan, Sidang MPRS Maret 1968 sempat dihentikan sejenak untuk menghargai keberhasilan Rudy. Para anggota sidang berdiri dan memberi tepuk tangan atas kemenangan Rudy.

Sepanjang kariernya, Rudy delapan kali menjadi jawara All England untuk kategori tunggal putra. Di mana, tujuh gelar pertamanya ia raih secara beruntun. Maka dari itu, hingga saat ini ia dijuluki sebagai raja All England. Super series tertua dan paling bergengsi di dunia.

Kemenangan Rudy selalu dinanti dalam setiap pertandingan. Setiap orang yang menonton seolah menjadi bagian dari langkah dan gerakan Rudy. Ikatan emosi kala itu begitu terasa. Bahkan, ada seorang pensiunan berusia 50 tahun dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung gara-gara Rudy tertinggal 1-7 dalam sebuah pertandingan.