Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, bakal menyelenggarakan Tiwah, yang merupakan prosesi keagamaan dalam Hindu Kaharingan di Provinsi Kalimantan Tengah. Tiwah merupakan acara Ritual yang diyakini oleh Umat Hindu Kaharingan sebagi suatu proses dikembalikannya roh orang yang sudah meninggal kepada sang pencipta (Ranying Hatalla Langit) atau ke alam suci abadi yang disebut Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang Rundung Isen Dia Kamalesu Uhat.

Kegiatan ini akan diserenggarakan pada Bulan September dan Oktober 2018 di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama 40 (Empat Puluh) Hari yang diawali dengan Upacara Manenung yang merupakan Ritual kearifan lokal dalam prosesi ini dilakukan untuk menentukan jatuhnya hari penyelenggaran Tiwah dan prosesi ini juga dapat dilakukan untuk melihat pertanda suatu peristiwa dan lain sesuai hajat diinginkan dan peserta Tiwah ini dikhususkan untuk Umat Hindu Kaharingan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dinas Pariwisata Kalimantan Tengah menyiapkan berbagai kegiatan lainnya dalam Kahayan Boat Festival Tahun 2018. Dalam kegiatan ritual ini, akan dimulai dengan kegiatan Pendataan Peserta Tiwah, Membersihkan Lokasi Tiwah, Mengumpulkan Bahan/sarana Tiwah, Membangun Balai Nyahu, Mendirikan Sangkai Raya, Meminjam Basir, Ritual oleh Basir, Mamugar Tulang, Pemotongan hewan kurban, Nyakean (memasukan tulang kedalam sandung).

Selain itu ritaul Kangkahem (mandi-mandi di Sungai), Pabuli Sangiang (ritual untuk para arwah), Balian Balaku untung(ritual untuk anggota keluarga yang masih hidup) supaya mendapat (rezeki, Panjang umur, sehat), Batandak (Doa ucapan syukur melaksanakan Tiwah), Pabuli Sangiang (Mengembalikan roh suci oleh Basir ke Lewu Sangiang (alam tempat tinggalnya), Mengantar Para Basir ke rumahnya masing-masing sebelum akhirnya rangkaian kegiatan selesai.