Gayanya penuh percaya diri membacakan rangkaian acara pada dan sederet kegiatan Special Olympics Indonesia (SOIna). Sebagai anak dengan segala keterbatasannya, Stephanie memang menempuh jalan panjang hingga bisa sampai sekarang ini.

Namanya, Stephanie Handojo memang bercita-cita menjadi seorang Master Ceremony (MC), namun sebelumnya pengorbanan dan segudang prestasi Nasional maupun internasional telah dicapai dengan keringat yang tak sedikit.

Didikan dan latihannya Fani sapaan akrabnya bukan lain adalah ibundanya sendiri Maria Yustina Handojo. "Yah enggak gampang melatih dan mendidik anak seperti Fani, Guru terbaik adalah ibunya sendiri," kata Maria saat berbincang dengan sportourism.id di Jakarta, Senin 23 April 2018.

Sejak perkembangan kelahiran putrinya tersebut, sebab sejak bayi perkembangan berbeda dari anak biasanya. "Jarang menangis, paling terlihat wajahnya tidak mirip dengan saya dan suami. Ternyata Fani menderita down syndrom," kata dia.

Tak patah arang, Maria terus mendidik Fani menjadi seorang atlit. Lahir dari latarbelakang atlit Maria memang mengarahkan putrinya menjadi atlit. Namun, tentunya dengan perjalanan panjang dan usaha yang keras. "Dari mulai saya perkenalkan ke kolam renang, itu luar biasa sulit. Fani bisa muntah di air, karena ketakutannya sangat tinggi awal-awalnya," kenang Maria.

Apalagi, kata dia saat Stephanie berusia 12 tahun, dia sempat tenggelam di kolam renang. Peristiwa tersebut sempat membuat Stephanie trauma hingga enggan menceburkan diri ke kolam renang. "Saya pernah peluk dia, lalu masuk ke kolam renang bersama-sama. Di kolam, saya lepaskan dia, saat dia memeluk, saya lepaskan lagi," ingat dia.

Namun, dari perkembangan Fani punya kelebihan di kolam renang. Menurutnya, kalau di kolam renang dia selalu lebih cepat dari anak-anak sebayanya. Jadi, ibundanya mencarikan pelatih renang.

Alhasil, Fani pernah mencatatkan sederet prestasi internasional maupun nasional antara lain, Pada 2011, Stephanie menjadi peraih medali emas cabang olahraga renang di ajang Special Olympics World Summer Games di Athena, Yunani, untuk nomor 50 meter gaya dada.

Lalu, dia juga menyabet emas cabang renang di ajang Special Olympics Asia-Pacific 2013 di Newcastle, Australia. di Los Angeles, AS pada 2014, Stephanie menyabet perak untuk kategori gaya dada 50 meter dan gaya bebas 100 meter.

Prestasi internasional Stephanie semakin lengkap ketika dia menjadi wakil Indonesia sebagai pembawa obor Olimpiade London 2012. "Sebanyak 20 anak dari 20 negara terpilih menjadi pembawa obor ini," ujarnya.

Dengan mengharumkan prestasi dikancah internasional membawa Fani sampai ke Istana Presiden yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.

Sekarang ini, Stephanie didapuk menjadi International Global Messenger buat SOIna. Selain, menjabat menjadi manajer pada usaha bisnisnya, dia pun bercita-cita menjadi presenter,"Aku sekarang ini lagi fokus ke olahraga Bowling juga," kata dia sembari tersenyum.