SPORTOURISM - Menikmati keindahan alam di Bandung masih menjadi wisata favorit bagi para pelancong. Kota yang dijuluki Paris Van Java ini memiliki banyak objek wisata alam yang menarik, salah satunya adalah Tea walk yang menyuguhkan pemandangan tak biasa.

Tea walk merupakan sebuah kawasan perkebunan teh yang berlokasi di sekitar Pangalengan, Kabupaten Bandung. Tempat ini tidak hanya sekedar kebun teh biasa yang menawarkan pemandangan hijau segar, namun Tea walk juga memiliki wisata sejarah yang wajib Anda ketahui.

Wisata sejarah yang dimaksud adalah petilasan Karel Albert Rudolf Bosscha, ia adalah seorang warga Belanda pada era kolonial yang memberikan sumbangsihnya untuk pembangunan tekhnologi di Bandung. Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi makam Albert Rudolf Bosscha yang terdapat di sekitar perkebunan teh. Makam tersebut dibangun semenarik mungkin, terdapat kubah kecil dengan cat warna putih, dan dikelilingi pagar besi juga tembok.



Setelah mengunjungi makam, Anda dapat melanjutkannya melihat-lihat perkebunan teh yang hijau dengan udara yang sejuk. Menariknya, tempat ini dinamakan hutan teh karena lahan tersebut dipenuhi pohon setinggi tiga hingga lima meter. Hal ini terjadi diakibatkan dulu pohon teh dibiarkan begitu saja dan tidak dipanen sama sekali.

Setelah melewati kebun teh, Anda akan sampai di Malabar Tea House, atau biasa disebut dengan rumah Bosscha. Untuk memasuki area ini, dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orangnya. Rumah tersebut bergaya arsitektur Belanda yang begitu kental.



Kemudian setelah puas bernostalgia dengan hunian Belanda, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Gunung Nini. Sekitar 30 menit waktu yang ditempuh untuk mencapai puncak Gunung ini. Gunung tersebut sebenarnmya berupa bukit, yang biasa digunakan Bosscha untuk beristirahat menenangkan pikiran. Terdapat juga menara pandang yang biasa digunakan untuk mengamati perkebunan teh secara menyeluruh. [Novie Fauziah]