SPORTOURISM - Selain di desa Dalungan, ternyata di kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah memiliki beberapa acara adat bersih desa yang serupa. Dua di antaranya adalah Upacara Adar Dawuhan dan Upacara Adat Suryajawi. Berikut penjelasannya:

Upacara Adat Dawuhan
Dawuhan adalah bentuk upacara tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun sebagai ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa telah diberikan sumber kehidupan yaitu dengan membersihkan sumber mata air dari semak belukar atau tanaman yang menggangu dimana air mengalir.

Sumber mata air biasa dipergunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai air minum, memasak ataupun untuk untuk mengalir pertanian penduduk desa. Tradisi Dawuhan diungkapkan dalam bentuk sesaji berupa hasil bumi atau nasi tumpeng lengkap dengan laukpauk.

Upacara Dawuhan masih di lakukan masyarakat di daerah Tawangmangu, Ngargoyoso dan Jenawi. Tradisi Dawuhan selain sebagai ucapan syukur kepada yang Maha Kuasa juga merupakan sarana atau bentuk kepedulian sesama dimana warga masyarakat saling bersilahturami dengan makan bersama

Upacara Adat Suryajawi
Ritual ruwatan yang dipercaya orang Jawa bisa membuang sial ternyata tidak hanya dilakukan untuk manusia, tetapi di wilayah Tawangmangu Kabupaten Karanganyar di lakukan ruwatan hewan yaitu kuda. Kuda di Tawangmangu di gunakan masyarakat untuk mencari nafkah.

Paguyuban Turangga Karya adalah perkumpulan kuda tunggang yang beroprasi diwilayah Air Terjun Grojagan Sewu Tawangmangu. Ritual ini dilakukan setahun sekali pada bulan sura. Prosesi ruwatan ini diawali dengan arak-arakan kuda sebanyak 140 ekor yang telah dihias sedemikian rupa dan sehari sebelumnya dimandikan oleh pemiliknya.

Seperti ruwatan pada manusia, ruwatan pada kuda ini juga menyediakan sesaji berupa tumpeng. Sesampai di tempat ruwatan, kuda-kuda ditambatkan sementara para pemiliknya menyaksikan pertunjukkan wayang kulit yang dimainkan peruwat. Setelah peruwat memimpin doa, tumpeng pun dibagikan untuk dimakan bersama-sama pemilik kuda.

Puncaknya adalah membasuh kuda-kuda dengan air kembang 7 warna. Kuda beserta pemiliknya mendapatkan nasehat dari peruwat diawali dengan mencelupkan pangkal cemeti ke dalam ember berisi air kembang. Menurut kepercayaan mereka Paguyuban Kuda Tunggang Wisata Tungga Karya, ritual Suryo Jawi ini dapat melancarkan rejeki dan memberi keselamatan bagi kuda terlebih bagi pemilik kuda. [Agung Rahmadsyah]

Sumber: berbagai sumber