SPORTORUSIM - Kawasan Ampel muncul semenjak Raden Rahmat atau Sunan Ampel membentuk komunitas masyarakat muslim. Tahun 1420, Raden Rahmat menjadikan Ampel sebagai pusat penyebaran Islam di Surabaya dan Jawa Timur atas legitimasi Majapahit. Kendati awalnya sebatas berada di sekitar Masjid Sunan Ampel,  lama-kelamaan daerah sekitarnya akhirnya tumbuh kembang.

Ketika pendatang Arab mendarat di pelabuhan Surabaya, mereka memilih bermukim di seputaran kompleks Masjid Sunan Ampel. Sehingga, kawasan tersebut identik dengan Kampung Arab (Arabisch Kamp). Kampung Arab berdiri di sepanjang Kali Mas. Sebuah peta kuno yang dibuat oleh VOC pada tahun 1677 memperlihatkan hampir seluruh aktivitas terpusat di sepanjang muara Kali Mas.

Peta tersebut memperlihatkan rumah-rumah dibangun berderet-deret, di kanan dan kiri muara sungai serta masuk satu atau dua kilometer ke daratan. Jika dibandingkan dengan peta yang dibuat belakangan ini, peta tahun 1677 memperlihatkan batas paling selatan Kota Surabaya pada waktu itu, masih di sekitar alun-alun yang pada masa kolonial terkenal dengan nama Kebon Rojo.

Diperkirakan pada awal abad 18, kawasan tersebut telah berubah menjadi kawasan yang majemuk. Selain Arabisch Kamp, ada juga Chinese Kamp maupun Malaise Kamp, pada saat itu juga mulai memiliki kesadaran untuk menjadi kota industri. Tak terelakkan, industri terus berkembang.

Perkembangan di Kampemenstraat ini, menjadikan pemerintah Hindia Belanda membuka jalur trem yang dikelola oleh Oost Java Stroomtrem Maatschappij (OJS), berada antara jalur Ujung dan Sepanjang. Rute jalur trem uap yang meliputi Sepanjang-Wonokromo-Pasar Turi-Bibis-Bongkaran-Kampemenstraat-Ujung. Jalur-jalur trem tersebut diresmikan secara bertahap pada periode 1890-1899 dan sejak 1910 trem listrik mulai digunakan dalam Kota Surabaya.

Hal tersebut selaras dengan yang dirumuskan Charles Horton Cooley, menyebutkan tempat-tempat di mana terjadi pergantian moda transportasi memiliki kecenderungan paling besar untuk tumbuh menjadi kota. Karena di tempat-tempat itulah akan berkumpul massa yang cukup besar dan mampu memancing terbentuknya aglomerasi.

Seiring itu pula, kawasan Ampel semakin masyhur lantaran banyaknya peziarah yang mengunjungi kompleks makam dan Masjid Sunan Ampel. Situasi tersebut menyebabkan banyak masyarakat yang mulai membangun hotel atau penginapan di daerah ini. Salah satunya adalah Hotel Kemajuan.