SPORTOURISM – Jejak gambar di tebing-tebing Kaimana, Papua Barat memang jadi lukisan alam sangat indah untuk ditelusuri. Jajaran lukisan yang menjulang tinggi ini pun jadi saksi sejarah yang sampai kini belum diketahui asal-usulnya.

Hingga saat ini, belum ada catatan pasti dari mana lukisan ini berasal. Ada yang menyebut jika lukisan tebing ini bentuk adanya kehidupan pra sejarah. Walau menjadi misteri, keindahan lukisannya jadi pemandangan unik di pinggir pantai Kaimana, Papua Barat.

Menurut cerita, gambar-gambar di dinding tebing ini pertama kali ditemukan seorang pedagang VOC pada 1678, bernama Johannes Keyts. Setelah itu, lukisan-lukisan ini pun sempat dibukukan oleh UNESCO sebagai peninggalan sejarah yang bekerja sama dengan arkeolog Indonesia.

Sempat ada penelitian tentang situs ini di Kaimana. Tepatnya pada 1939, penelitian dilakukan oleh periset Eropa bernama W.J. Cator. Ia pun menyebut gambar-gambar tersebut sebagai lukisan tebing karang antara Kaimana dan Namatota.

Cagar budaya ini pun kemudian disebut sebagai lukisan dinding purba dalam bentuk rock art. Di tebing tinggi tersebut gambar-gambar yang masih diteliti artinya ini tampil bagai lukisan panjang yang sulit dilihat dari dekat. Letaknya sukar dijangkau karena berada 10 m di atas permukaan laut.

Jadi, dapat dibayangkan bagaimana megahnya lukisan ini dilihat dari perahu atau speedboat. Di tengah keindahan panorama pantai dan airnya, lukisan ini jadi magnet tersendiri. Warna-warnanya sendiri ada merah dan kuning sama halnya dengan cat yang digunakan melukis.

Sumber Foto: kemdikbud

Bentuk gambarnya pun beragam, salah satunya ada yang tampak seperti lambang negara, yaitu Burung Garuda. Namun, tak jarang gambar yang ditemui juga menyerupi telapak tangan manusia. Kemudian, ada pula yang berbentuk ikan, hewan melata, hingga garisan-garisan yang belum diketahui artinya.

Sumber Foto Utama: instagram kharisma2000