SPORTOURISM-Bagi pecinta olahraga ekstrem di air, khususnya surfing mungkin tak asing lagi dengan nama Kitesurfing yakni sebuah olahraga kombinasi dari olahraga berselancar dengan parasuting.

Jenis olahraga ekstrem satu ini memang sudah dikenal Indonesia, namun gaungnya belum terlalu nyaring. Padahal jika kita menyaksikan atlet kitesurfing yang sedang beraksi, terlihat sangat mengasyikkan.

Mereka begitu lincah meloncat-loncat di atas ombak dengan bantuan papan selancar dan sejenis parasut berukuran besar. Dalam Kitesurfing peselancar tidak perlu mendayung papan dengan tangan menuju ombak, Anda hanya perlu mengatur arah parasut agar dapat meraih angin sehingga anda dapat melaju di permukaan air.

Karena digerakkan oleh angin, olahraga ini hanya dapat dilakukan di wilayah perairan berangin kencang seperti laut atau danau yang luas.

Kitesurfing diciptakan oleh Gijsbertus Adrianus Panhuise asal Belanda. Pada 11 Oktober 1977, dia mendapatkan hak paten bernomor NL7603691 untuk penciptaan sebuah olahraga air yang pemainnya berdiri pada papan terapung sejenis papan selancar dan digerakkan oleh alat penangkap angin semacam parasut yang diikatkan pada sabuk pelindung tubuh.

Variasi olahraga selancar yang satu ini cukup unik karena anda tidak hanya menggunakan sebilah papan tapi juga sebuah parasut yang digerakkan dengan hembusan angin.

Dalam olahraga bernama selancar layang (kitesurfing) ini, anda tidak perlu khawatir kehabisan daya dorong karena selama angin masih bertiup, anda masih akan terus melaju di permukaan air.

Kitesurfing mengenal beberapa teknik, seperti freestyle, freeride, downwinders, speed, course racing, wakestyle, jumping dan kitesurfing in the wave.

Untuk memulai kitesurfing, pastikan anda memiliki papan khusus kitesurfing, parasut untuk menangkap angin, batang logam dengan tali penghubung untuk mengendalikan parasut, pelindung tubuh berbentuk sabuk lebar, pengait untuk mengait atau melepaskan parasut dari sabuk dan rompi pelampung untuk mencegah tenggelam ketika jatuh ke air.

Sebelum ber-kitesurfing, pastikan kecepatan angin di laut tetap karena perubahan angin secara tiba-tiba dapat membuat parasut lepas kendali dan anda dapat terseret parasut tersebut.

Bermain kitesurfing bukan tanpa bahaya, untuk itu persiapan yang dilakukan sebelum melakukan kitesurfing harus benar-benar diperhatikan, paling tidak stamina yang prima dan peralatan tidak bermasalah.

Seorang atlet kitesurfing harus memahami sifat-sifat angin, sekaligus gelombang laut. Ada beberapa peraturan baku yang harus dipatuhi atlet kitesurfing, antara lain para pemain tidak boleh melakukan kitesurfing di area yang sering digunakan untuk renang, pastikan area 50 meter di sekitarnya aman saat hendak meloncat.