sportourism.id - Torehan gemilang berhasil dituai tim panjat tebing Indonesia. Ya, tim yang terdiri dari 16 atlet itu mampu meraih medali perunggu dalam kejuaraaan Piala Dunia Panjat Tebing 2018 yang berlangsung di Moscow, Rusia, pada 21-22 April 2018.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Faisol Riza, kejuaraan tersebut menjadi ajang persiapan tim panjat tebing Indonesia jelang Asian Games 2018, Agustus mendatang.

"Dengan hasil medali perunggu, kami sudah membuktikan kemampuan para atlet untuk menghadapi lawan-lawan dari negara lain," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Medali perunggu tim panjat tebing Indonesia dipersembahkan oleh atlet putra Veddriq Leonardo pada nomor speed world record. Veddriq harus menghadapi rekan sesama atlet pelatnas FPTI Muhammad Hinayah setelah gagal menembus putaran semifinal.

Pada laga semifinal, Veddriq yang meraih waktu 6,21 detik kalah dari atlet tuan rumah Rusia Vladislav Deulin yang meraih waktu 5,81 detik. Sedangkan Hinayah yang meraih waktu 5,81 detik kalah dari pemegang rekor dunia asal Iran Reza Alipourshena dengan waktu 5,71 detik.

Veddriq meraih medali perunggu menyusul Hinayah yang melakukan false start pada laga perebutan tempat ketiga. Reza Alipourshena lantas menjadi juara setelah mencatatkan waktu 5,82 detik dan mengalahkan wakil tuan rumah Vladislav Deulin yang meraih waktu 6,81 detik.

Pada perlombaan nomor putri, atlet Merah-Putih Aries Susanti Rahayu masuk putaran semifinal meskipun harus kalah dari atlet Rusia Luliia Kaplina. Namun, Aries dipaksa menyerah oleh wakil lain Rusia Elen Timofeeva pada laga perebutan tempat ketiga.

"Pada nomor putri speed, perolehan peringkat keempat sudah menunjukkan kemampuan atlet-atlet kami yang menjadi wakil Asia pada tingkatan atlet elit dunia," ujar Riza.

Setelah mengikuti kejuaraan Piala Dunia di Rusia, tim panjat tebing Indonesia yang terdiri dari 16 atlet akan mengikuti dua seri lain Piala Dunia di China yaitu di Chongqing, pada 5-7 Mei dan di Tai'an, pada 11-13 Mei.