sportourism.id-Indonesia Para Games Invitational Tournament saat ini sedang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Bagi para penonton yang datang dan menyaksikan pertandingan secara langsung, mendapat suguhan penampilan seni tradisional dan moderen khas Indonesia saat jeda pertandinga.

Misalnya, pada Rabu, 27 Juni 2018, Panitia menyiapkan atraksi tari modern tampil sebelum jeda pertandingan. Sedangkan tari tradisional muncul usai partai pamungkas berakhir. Budaya tradisional yang menghibur penonton adalah tarian khas Papua

Pentas tari ditampilkan agar penonton yang datang ikut terhibur. Apalagi, penonton yang hadir tak hanya dari Jakarta, tapi juga dari daerah lain.

Panitia Para Games melakukan uji coba pertandingan 27 Juni-5 Juli. Paling tidak, ada tiga jenis turnamen yakni kejuaraan internasional terbuka (tenis meja), turnamen invitasi (basket kursi roda) dan turnamen nasional (atletik, bulu tangkis dan renang).

Sedikitnya, 13 negara peserta ikut dalam uji coba ini yakni Indonesia, Hong Kong, India, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Kazakhstan, Iran, Malaysia serta dua negara dari Eropa, Jerman dan Belanda.

Bahkan, keikutsertaan Jerman dan Belanda dalam turnamen tenis meja yang bersifat terbuka sebagai salah satu kualifikasi untuk menuju Paralimpiade Tokyo 2020. Selain uji tanding, berbagi uji fasilitas serta lalu lintas juga dilakukan Panitia terutama dari Wisma Atlet ke veneu pertandingan.

"Ini menjadi fokus utama kita untuk dievaluasi dalam test event ini, mulai dari keolahragaan, pelayanan dalam "para village" dan transportasi mulai dari kedatangan hingga kepulangan," kata Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari.