Asian Para Games (APG) merupakan sebuah wadah tournament olahraga tingkat Asia yang dikhususkan bagi mereka yang punya kekhususan atau difabel. Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games 2018, telah melakukan sederatan persiapan guna memberikan support kepada para difabel untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji ingin agar berbagai fasilitas umum di Indonesia bisa ramah bagi difabel. Hal ini ditunjukkan mulai dari perbaikan-perbaikan di segala aspek seperti halte dan transportasi.

Dalam Asian Paragames 2018 akan ada 576 nomor pertandingan yang diikuti oleh lebih dari 5.000 atlet dari 43 negara kontingen peserta para games di Asia.
APG ini akan dilangsungkan di Jakarta, pada 6-13 Oktober usai event Asian Games.

Pemerintah hingga saat ini sudah hampir merampungkan persiapan bagi peserta APG seperti fasilitas difabel di perkampungan atlet, kesiapan venue, transportasi dan kursi roda. Meski demikian beberapa nomor cabor para games harus ditiadakan karena kesulitan dalam pengadaan venue.

Ada tiga cabor yang rencananya akan ditiadakan antara lain menembak dan balapan jalan raya dan sepeda. Sempat tiga cabor ini rencananya akan diadakan di palembang, namun Instruksi Presiden menerangkan bahwa tidak satupun pagelaran asian para Games dilakukan di luar Jakarta.

Ketua Panitia INAPGOC Raja Sapta Oktohari, berencana meniadakan nomor event tersebut karena di Jakarta tidak terdapat venue yang representatif. "Kalau memang sulit mencari venuenya, nomor road race sepertinya akan didrop karena tidak ada tempatnya. Nanti, balap sepeda mungkin hanya akan tanding nomor trek di velodrom," ujar Okto.

Wakil Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa Jakarta sangat siap dalam pagelaran para Games 2018. Semua venue sudah dipersiapkan untuk penyandang difabel dan dipastikan berjalan baik. Selanjutnya khusus para games akan dilakukan test event dalam waltu dekat.

"Jadi secara umum, Asian Para Games sangat progres. Dan besok ada pembahasan koordinasi di INAPGOC yang akan memfinalisasikan poin-poin terpenting. Karena sekitar 40 hari lagi akan ada test event," kata Sandi.

Menurut Okto, test event yang akan dilangsungkan pada 30 Juni hingga 3 Juli mendatang di Gelora Bung Karno (GBK), akan dihadiri para atlet difabel cabor basket, tenis meja, atletik, swimming dan badminton guna menguji kesiapan venue.

"Supaya makin siap, kita akan adakan test event pada 30 Juni sampai 3 Juli minimal 5 nomor pertandingan. Kalau di sana berjalan baik tentu Asian Paragames bisa berjalan dengan baik," ujar Okto.

Untuk kesiapan wisma atlet di Kemayoran, saat ini sudah disiapkan 1.000 kamar khusus bagi pengguna kursi roda. Kamar tersebut berada di lima tower yang ada di blok D10 yang memiliki lima gedung. Masing-masing gedung dilengkapi enam lift yang bisa memuat tiga kursi roda.

Untuk kesiapan transportasi sendiri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Trans Jakarta dan PDT sudah menyiapkan 800 tempat khusus untuk difabel. Transportasi tersebut yang nantinya bisa menampung masyarakat difabel yang menggunakan transportasi umum.

Kesiapan ini didukung sepenuhnya oleh Menko PMK Puan Maharani. Ia berharap agar even Asian Para Games ini dapat memberikan kontribusi menghasilkan medali emas bagi Indonesia.

"Saya meminta para atlet-atlet para games memberikan kontribusi medali sesuai dengan harapan. Mereka telah menjadi juara umum pada ASEAN Para Games yang lalu dan kami berharap prestasi itu dipertahankan bahkan ditambah dalam Asian Para Games 2018," kata puan.

Perhelatan Asian Para Games ini juga dilakukan demi membuat kesetaraan bagi setiap masyarakat sesuai Undang-undang. Meski mengalami keterbatasan, namun penyandan difabel juga turut melakuakn torch relay (pawai obor) di tujuh kota besar di Indonesia.