sportourism.id - Perhelatan akbar Asian Games 2018 bakal dimaksimalkan Indonesia, selaku tuan rumah. Pasalnya, event olahraga se-Asia itu bakal membawa dampak langsung bagi perekonomian Indonesia, terutama dua kota penyelenggara, Jakarta dan Palembang.

Tercatat ada 45 negara dengan jumlah peserta ribuan orang yang bakal berpartisipasi pada Asian Games 2018. Kondisi ini jelas akan berdampak positif bagi Indonesia secara umum dan di semua sektor secara khusus, terutama dalam hal pendapatan langsung.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bahkan sudah memproyeksikan dampak ekonomi secara langsung penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Kementerian PPN memperkirakan persebaran para peserta dan pengunjung Asian Games 2018 terbagi sebanyak 70 persen di Jakarta dan 30 persen di Palembang. Sehingga dampak langsung bersumber dari luar negeri dengan kehadiran atlet dan ofisial negara-negara peserta, media asing serta wisatawan mancanegara.

"Penonton ataupun wisatawan menjadi penyumbang terbesar dampak ekonomi langsung dengan persentase hingga 88,22, diikuti atlet 4,7 persen, jurnalis ataupun media 3,96 persen, ofisial 2,35 persen, dan sukarelawan 0,76 persen. Maka, diprediksi dampak ekonomi langsung yang bersumber dari luar negeri mencapai Rp2,7 triliun. Sedangkan dampak langsung sumber dalam negeri mencapai Rp882 miliar," kata Menteri PPN Bambang Brodjonegoro.

Sementara, pengeluaran pada jenis belanja akomodasi menjadi pengeluaran terbanyak yang mencapai Rp1,3 triliun, kemudian pengeluaran transportasi Rp641 miliar, pengeluaran untuk makanan dan minuman yang mencapai Rp629 miliar, belanja suvenir Rp561 miliar dan hiburan Rp280 miliar.

Total dampak ekonomi langsung Asian Games 2018, baik dari pengeluaran peserta dan pengunjung, investasi konstruksi, hingga operasional penyelenggaraan mencapai Rp45,2 triliun.

Bambang mengatakan nilai dampak ekonomi langsung itu merupakan kajian awal Kementerian PPN.

"Peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari penyelenggaraan Asian Games yaitu dengan promosi penyelenggaraan serta pariwisata yang tepat sasaran dan memberikan kemudahan bagi para wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia," ungkapnya.

Bappenas juga akan melakukan kajian dampak ekonomi tidak langsung penyelenggaraan Asian Games ke-18 itu pada satu hingga dua bulan setelah upacara penutupan pada 2 September.

"Asian Games sekarang tidak banyak membangun arena-arena baru dibanding pada 1962. Dampak ekonomi saat ini lebih banyak pada renovasi dan peningkatan kapasitas arena pertandingan selain infrastruktur transportasi publik," tambahnya.