SPORTOURISM - Promosi pencak silat tahun ini tidak hanya lewat gelaran Asian Games 2018. Tapi juga lewat sebuah film laga asli Indonesia, Wiro Sableng.

Senin, 27 Agustus 2018 Indonesia patut berbangga. Tim Merah Putih berhasil menyabet 10 medali emas dalam gelaran Asian Games 2018. Yang mana, delapan di antaranya diraih dari cabang pencak silat.

Sebagai tuan rumah, Indonesia menyertakan pencak silat sebagai salah satu cabang yang diperlombakan di Asian Games untuk kali pertama. Selain untuk memperbesar peluang meraih lebih banyak emas, pesta olahraga tersebut juga dijadikan sebagai ajang promosi pencak silat di Asia khususnya, dan dunia pada umumnya. Itu karena olahraga ketangkasan tersebut merupakan salah satu cabor kebanggaan Tanah Air.

Di hari yang sama, film pencak silat Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 dipertunjukkan kepada media dalam acara press screening dan konferensi pers. Yang kemudian disusul dengan gala premier.

Wiro Sableng merupakan karakter asli Indonesia hasil karya penulis Bastian Tito. Ayah dari aktor Vino G Bastian yang berperan sebagai Wiro dalam film bergenre laga komedi itu.

Maka dari itu, meski menggandeng studio film dari luar, sang produser Sheila Timothy tetap mempertahankan kearifan lokal tanah air termasuk soal martial art atau seni bela diri yang diusung. Menurutnya, fihak luar sangat menghargai krbudayaan Tanah Air.

"Wiro itu karakter asli Indonesia. Maka dari itu kami mau menggunakan pencak silat. Kemudian kami mengajak aktor Yayan Rohiyan," kata Sheila.

Dalam kesempatan tersebut, Yayan juga menambahkan jika pencak silat yang ada dalam film Wiro tidak mengarah pada satu aliran tertentu. Dengan pengemasan yang lebih sederhana, ia berharap banyak anak bangsa yang tergugah untuk mempelajari pencak silat setelah nonton film Wiro, yang akan mulai tayang di bioskop-bioskop Tanah Air mulai Kamis, 30 Agustus 2018.

"Ini merupakan pencak silat. Kami tidak menggambarkan silat aliran A atau B. tapi ini Wiro Sableng. Ini indonesia. Kami membuat gerakan-gerakan tersebut tidak hanya menarik tapi juga mudah diikuti oleh anak-anak muda. Ini kan film yang bisa ditonton mulai dari 13 tahun," kata Yayan.