sportourism.id - Mengapa lukisan galeri lebih mahal ketimbang lukisan pinggir jalan? Bagi sebagian orang awam pertanyaan itu mungkin muncul apabila hendak membeli sebuah lukisan, baik itu untuk hiasan rumah maupun hanya sekedar koleksi.

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, tim sportourism.id menyambangi salah satu pelukis di daerah Blok M Square yakni Agus Nur Priadi. Ia pun menjelaskan mengenai jawaban atas pertanyaan tersebut.

"Lukisan masuk galeri adalah yang sangat terpilih dan layak secara kaidah-kaidah seni untuk ditampilkan penuh rasa dan jiwa. Sang perupanya ada disana, maka lukisan yang lahirpun terbatas. Lalu, lukisan keliling bisa di sebut lukisan kodian karena di buat secara masal dan jumlahnya sangat banyak dengan bentuk yang hampir serupa serta dengan bahan-bahan yang tidak terjamin kualitasnya. Dari situ akan terlihat sangat mencolok masalah harga," ungkapnya saat diwawancarai sportourism.id, Rabu (30/5/2018).

Ia menjelaskan, sebuah lukisan pun akan lebih memiliki nilai jual tinggi tergantung dari siapa yang membuat hasil karya tersebut.

"Seorang yang berkesenian dengan konsisten tercermin dalam setiap karyanya. Membutuhkan waktu yang lama untuk bisa seperti itu dan tidak semua pekerja seni beruntung namanya menjadi besar. Sama sepeti pemusik kalau dia penyanyi sekalian pencipta lagu maka dimungkinkan dia bisa sangat sukses. Begitu pula perjalanan seorang pelukis yang melahirkan karyanya original bukan plagiat dan secara kontinue tetap bertahan dengan gaya dan idealismenya maka dimungkinkan menjadi besar," ujarnya.

Menurutnya, lukisan galeri yang memiliki nilai jual tidak akan diproduksi massal dan justru dibuat secara limited edition.

"Lukisan dilahirkan bukan secara masal dan tentunya dengan kualitas bahan yang bagus. Barang koleksi dan aset/harta seperti lukisan dan menjadi kebanggaan pemiliknya/kolektor melebihi mobil dah rumah. Lukisan berkualitas hanya tercipta sekali, sementara barang lain banyak," imbuhnya.

Ia pun kemudian memberikan tips bagi orang awam yang ingin mencari atau memburu lukisan dengan nilai jual tinggi.

"Harus rajin ke pembukaan pameran dan mendengarkan kurator seni yang akan menjelaskan. Kemudian melihat trackrecord pelukisnya dalam konsisten berpameran. Biasanya kalau sekarang bisa lewat internet. Kan jumlah pelukisnya juga tidak terlalu banyak. Tapi kalau kolektor pengalaman, mereka punya insting dan naluri tersendiri bahwa kemudian hari lukisannya akan mahal. Biasanya mereka menelusuri rekam jejak secara diam-diam," ujarnya menambahkan.