sportourism.id- Yayoi Kusama, seniman asal Jepang yang dikenal dengan karya-karya ikoniknya berupa polkadot dan labu, kini ‘hadir’ ke Indonesia. Setelah sukses di beberapa negara, seperti Singapura, seniman ini akhirnya menetapkan Indonesia sebagai negara terakhir untuk memamerkan hasil karyanya.

Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) sejak di buka November 2017 lalu memang mendapat perhatian banyak orang. Pasalnya, pameran pertama bertema “Art Turns. World Turns” tidak hanya menampilkan karya seni bernilai, tapi kemasannya dibuat kekinian.

Sebut saja, salah satu karya yang paling ternama adalah Infinity Mirrored Room karya Yayoi Kusama. Instalasi berisi lampu, air, dan kaca ini menjadi karya seni paling diminati karena instagramable.

Setelah pameran pertama berakhir, Museum MACAN kembali membuat tema baru yang membawa 130 karya seni khusus dari Yayoi Kusama. Pameran yang sebelumnya telah dipamerkan di dua negara, yakni National Gallery Singapore dan Queensland Art Gallery | Gallery of Modern Art di Australia.

Museum MACAN di Indonesia merupakan lokasi ketiga sekaligus yang terakhir. Pameran bertajuk Yayoi Kusama: Life is The Heart of a Rainbow ini dibuka untuk publik mulai 12 Mei hingga 9 September 2018 mendatang.

Pameran survei ini menampilkan lukisan, patung, karya di atas kertas, dan instalasi menarik yang dibuat dalam perjalanan Kusama berkarya selama 70 tahun. Termasuk akuisisi terbaru Museum MACAN bertajuk I Want to Love on The Festival Night pada 2017 dan karya yang tak ditampilkan dalam dua pameran sebelumnya.

Museum MACAN kembali membuat tema baru yang membawa 130 karya seni khusus dari Yayoi Kusama. (Foto: sportourism)

Seperti karya Flower hasil 1953 dan Untitled atau Child Mannequin pada 1966. “Kami bangga bisa menampilkan karya internasional Yayoi Kusama dalam tema pameran kali ini, ia merupakan salah satu seniman wanita terpenting dalam seni modern,” kata Direktur Museum MACAN Aaron Seeto.

Ia mengatakan, karya Yayoi sangat luar biasa. “Siapapun diajak mengalami langsung dunia versinya sebagai fenomena seni,” ujarnya.

Pameran ini terdiri dari enam bagian. Masing-masing punya ‘dunia’ dan cerita sendiri sesuai halusinasi sang seniman. Dalam wujud polkadot dan labu, Yayoi ingin menyampaikan apa yang dilihatnya kepada dunia. Seniman ini memang cukup unik, ia memiliki mental issues.

Namun, karena hal ini pula, Yayoi bisa menghasilkan karya-karya yang tak lepas dari polkadot, penyamaran, dan bayangan. Setiap hasil karyanya erat kaitannya dengan bentuk-bentuk imajinasi hingga instalasi ruang yang bertujuan ‘menyamarkan’ dirinya dari dunia luar.

Memasuki area depan pameran, Sobat Sporto bisa melihat bola-bola besar bermotif polkadot kuning dan hitam serta labu. Area yang dinamai Dots Obsession yang menjadi awal perjalanan Yayoi yang terobsesi akan polkadot sejak masa kecil.

Lalu, perjalanan akan dilanjutkan dengan bertemu karya bola-bola berbahan stainless steel berjumlah hingga 1.500 unit. Karya Narcissus Garden yang dibuat 1966/2018 ini menjadi salah satu karya Yayoi paling kontroversial. Sejak kemunculannya dalam Venice Biennale puluhan tahun lalu sebagai aksi penentangan Yayoi terhadap seni yang semakin komersial.

Dalam ruang ini, Sobat Sporto juga bisa melihat karya awal dari seniman kelahiran 1929 ini yang didominasi oleh warna-warna gelap. Selanjutnya, ada bagian petualangan Yayoi di Amerika. Di sini, karya Yayoi menuangkan imajinasinya dalam bentuk jaring. Seperti karya bernama Pollen, artinya serbuk sari.

Kemudian, ada bagian imajinasi Yayoi sekembalinya ke Jepang. Salah satu yang menarik perhatian adalah ruang karya bernama “The Spirits of The Pumpkins Descended into The Heavens.” Ruang yang dipenuhi polkadot hitam dan kuning serta kubus bersisi kaca.

Masuk ke dalamnya, Sobat Sporto akan merasa seperti dalam ruang imajinasi. Apalagi pada salah satu sisi kubus di tengahnya, bisa diselami dari lubang intip untuk melihat banyak labu kecil. Dalam kubus tersebut, lagi-lagi berisi cermin dan labu yang sangat indah.

Sobat Sporto benar-benar diajak ke dalam dunia imajinasi Yayoi yang membuatnya ingin berkamuflase dari dunia luar. Ruang yang bakal membuat tagar MuseumMACAN semakin ramai karena instalasi luar biasa sekaligus instagramable.

Setelah itu, beberapa karya di atas kertas bisa ditemui di ruang ini. Kemudian, Sobat Sporto masih bisa ‘berpetualang’ ke ruang bertajuk Love Forever. Merupakan kumpulan karya Yayoi yang dibuat dari awal 2000-an.

Indikasi variasi karya baru dari Yayoi yang masih berkenaan dengan polkadot. Diikuti elemen mata, profil wajah, makhluk biomorfis, dan bunga yang hadir dan dipicu dengan horror vacui, atau ketakutan terhadap ruang kosong. Karyanya dalam bagian ini diliputi warna hitam dan putih dengan menempatkan karya I Want to Love on a Festival Night, 2017, di tengahnya.

Sebuah segi enam yang memiliki tiga ‘lubang intip’ yang memiliki dot berubah warna di dalamnya. Pengalaman kaleidoskop dengan sensasi tak terhingga.

My Eternal Soul, atau perjalanan terakhir dari karya Yayoi dalam pameran ini adalah karyanya dalam bentuk seni lukis. Di mana banyak motif abstrak berpadu polkadot yang lebih berwarna dalam koleksi ini.

Museum MACAN kembali membuat tema baru yang membawa 130 karya seni khusus dari Yayoi Kusama.(Foto: sportourism)

Selanjutnya, Sobat Sporto akan menemui ruang menonton yang berisi petikan kisah sekaligus cerita sang seniman. Diikuti dengan Infinity Mirrored Room yang ditempatkan pada bagian ujung sebelum menuju pintu keluar.

Di sini tersedia antrean panjang yang harus diikuti sebelum Sobat Sporto bisa menyelami ‘dunia lain’ yang dibuat Yayoi. Karya yang selalu jadi favorit pengunjung karena menciptakan keindahan sisi fotografi.

Namun, Sobat Sporto harus ingat jangan sekalipun menyentuh setiap karya indah ini. Karena seperti Aaron katakan, “jangan melulu sekadar fotografi, melainkan temukan magic experience dari karya-karya luar biasa ini.”

Kalau Sobat Sporto penasaran dengan koleksi Yayoi yang luar biasa, Museum MACAN buka setiap Selasa-Minggu jam 10 hingga delapan malam. Tiket dibandrol 100 ribu rupiah, namun Sportourism.id sarankan untuk membelinya lewat laman resmi Museum MACAN karena antreannya yang cukup panjang. Selamat menjelajah dunia polkadot karya Yayoi Kusama!

Jangan Lupa Tempel Polkadotnya!

Setelah menjelajah dunia polkadot, Sobat Sporto juga bisa berimajinasi sendiri dalam ruang Obliteration Room. Di lantai kedua setelah ruang pameran, pengujung bisa menempelkan stiker polkadot yang diberikan bersama tiket masuk.

Ruangan berwarna putih yang terdiri dari ruang tamu, ruang makan, hingga tempat bermain anak ini sengaja dibuat untuk pengujung. Tujuannya untuk mengajak semua orang bermain imajinasi dengan polkadot warna-warni yang bisa ditempelkan di semua ruangan ini.

Museum MACAN kembali membuat tema baru yang membawa 130 karya seni khusus dari Yayoi Kusama. (Foto: sportourism).

Mulai dari pajangan hingga lantainya bisa ditempel sesuai keinginan. Ruang ini akan dipenuhi dengan beragam polkadot yang ditempeli pengujung, namun saat sudah terlalu penuh, Museum MACAN akan mencat ulang agar kembali putih dan punya ruang untuk polkadot lainnya.

Jangan lupa untuk mengembalikan stiker sisanya saat keluar ruangan kepada petugas jaga. Karena ini merupakan bagian dari survei. Silakan berimajinasi.