SPORTOURISM - Aconcagua merupakan salah satu gunung terbesar di Benua Amerika. Memiliki ketinggian hingga 6962 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan masih banyak pendaki yang penasaran akan ketangguhan gunung tersebut.

Kali ini, alumni Fakultas Ilmu Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Putri Handayani didukung oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dan Kamuka Parwata FTUI, dirinya akan mendaki Aconcagua dalam program bernama Jelajah Putri. 

Jelajah Putri sendiri bertujuan, untuk menjadi orang Indonesia dan perempuan Asia Tenggara pertama yang menyelesaikan “The Explorers Grand Slam”. Yakni sebuah predikat yang didapat ketika berhasil mendaki puncak-puncak tertinggi di tujuh benua dan menjelajah dengan kaki ke Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Ekspedisi kali ini mengangkat tema; Tujuh Puncak, Dua Kutub, Tujuh Pilar Edukasi. Jelajah Putri adalah sebuah misi yang menggabungkan Penjelajahan dan Pendidikan.

Ketua Umum ILUNI UI, Arief Budhy Hardono mengatakan, bahwa ILUNI UI
mendukung secara penuh program tersebut, karena misi yang dibawa bukanlah hanya sekadar pendakian. Namun, suatu penjelajahan holistik untuk membawa perubahan dan kontribusi dalam bidang pendidikan di Papua dan daerah pedalaman Indonesia lainnya.

Di samping itu, Putri juga mengatakan, bahwa pendakian Aconcagua ini merupakan puncak ke empat dari rangkaian The Explorers Grand Slam. Putri pun memulai perjalanannya dengan terbang ke Argentina pada 26 Januari lalu.

Aconcagua memiliki tempat khusus dihati semua pecinta dan penjelajah alam Indonesia. 26 tahun silam, kisah pendakian dramatis Norman Edwin (1955-1992) dan Didiek Samsu (1964 – 1992) pada 1992, harus diakhiri dengan gugurnya kedua anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (MAPALA UI).

Gugurnya perjalanan ini, akibat badai dan cuaca buruk yang mengubur angan mereka untuk mencapai puncak tertinggi di selatan bumi tersebut. Padahal, saat itu jarak puncak hanya tinggal beberapa meter saja.

Jiwa dan semangat para pionir tersebut menginspirasi para pendaki dan pecinta alam muda lainnya. Jejak kedua pejuang ini akhinya diikuti dan dilanjutkan oleh ekspedisi-ekspedisi selanjutnya, seperti tim pendaki MAPALA UI pada 1993, tim pendaki The Seven Summits MAHITALA Universitas Parahyangan (UNPAR) di 2011 lalu, dan tim pendaki wanita The Seven Summits MAHITALA UNPAR pada 2016.

Putri pun menganggap, jika ekspedisi kali ini menjadikan pendakian-pendakian sebelumnya sebagai pembelajaran berharga untuk bekal pendakiannya ke Aconcagua. 

Salah satu perwakilan dari ILUNI UI, Zebian Paskalis mengatakan, wanita 34 tahun tersebut, berangkat sendiri menuju Acocagua. Setelah tiba di lokasi, putri akan ditemani dua orang pendaki dari Inggris dan satu guide.

"Beliau seorang alumni Teknik Sipil UI angkatan 2000. Mendaki sendiri. Tapi di sana akan mendaki bersama dengan dua orang Inggris dan satu orang guide. Sekitar tiga minggu di sana," katanya saat dihubungi Sportourism, Minggu (28/01).