sportourism.id - Menikmati keindahan dan keberagaman Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yang dilakukan Pemuda Muhamadiyah, melakukan Ekspedisi Kebangsaan Menggembirakan Keberagaman. 20 pengendara motor Kader Pemuda Muhammadiyah akan menjelajah Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.

“Insya Allah Ekspedisi Kebangsaan Menggembirakan Keberagaman, akan dilepas pada tanggal 5 Mei 2018. Dan memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Titik start dimulai dari Muhammadiyah Da’wah Center di Jalan Menteng nomer 62 Jakarta,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat dihubungi sportourism.id Rabu, 18 April 2018.

Motor yang digunakan juga sangat spesial, yaitu motor Vespa buatan tahun 1960 hingga 1980. Motor pabrikan Italy itu dianggap tangguh untuk menjelajah Indonesia. “Vespa itu bandel mesinnya, dan kami hobby motor vespa dari dulu,” ujar Dahnil.

Pria yang juga seorang dosen ini mengungkapkan, nantinya para tim ekspedisi yang terdiri dari 20 pengendara itu akan disambut oleh ribuan para pencinta motor scooter dan Kader Pemuda Muhammadiyah di kota-kota yang dihampiri.

“Nantinya kami akan mampir dibanyak kota diseluruh Indonesia. Siapa saja bisa bergabung di kota masing-masing," katanya.

Ekspedisi PP Muhammadiyah

Ketua Panitia Tim Ekspedisi Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani menambahkan, rutenya sendiri akan melintasi Sabang, Banda Aceh, Lhoksmawe, Pangkalanbrandan, Medan, Jakarta, Lebak, Bogor, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Blora, Bojonegoro, Surabaya, Banyuwangi, Denpasar, Lombok, Ende, Ambon dan berakhir di Papua.

Setiap kota yang dilintasi nanti akan ada tiga agenda utama yaitu berbagi dengan kaum dhuafa melalui warung dhuafa. Nantinya akan ada warung dhuafa, dengan konsep saling berbagi makan gratis untuk teman-teman dhuafa.

Kedua yaitu ada nongkrong bareng dan sambang tokoh dengan cara berdialog. Sambung nalar dan saling belajar nilai-nilai unggul keadaban hingga best praktis pancasila. Tujuannya, untuk mengajak rakyat dan elit agar terus memajukan Indonesia.

Caranya dengan selalu menggembirakan keberagaman serta mengabaikan laku destruksif elit politik pada tahun politik. Serta yang ketiga dan yang tidak kalah seru adalah bersih-bersih rumah ibadah atau CPL (Clean, Pray and Love).

“Ketiga hal ini sudah rutin kami lakukan, dan momentum ekspedisi ini tentunya akan kami duplikasi di daerah-daerah yang kita lintasi. Untuk yang bersih-bersih tidak hanya masjid. Di Jakarta kami juga pernah bersih-bersih Gereja Kanisius Menteng lalu Masjid di Menteng Pulo,” kata Ahmad.