SPORTOURISM - British Museum merupakan lokasi kedua terbesar dan terlengkap dari koleksi seni Mesir Kuno, dengan jumlah lebih dari 100.000 buah, setelah Museum Mesir di Kairo. Koleksi yang dimiliki museum ini merupakan objek dari semua periode dari lokasi-lokasi yang penting di Mesir Kuno dan Sudan.

Seluruh koleksi ini menceritakan kebudayaan Lembah Sungai Nil (termasuk Nubia) dengan rentang waktu lebih dari 11.000 tahun, dari masa Prasejarah Neolitik (sekitar 10.000 SM), hingga masa Kristen Koptik (12 M).

Seni mesir kuno telah membentuk koleksi British Museum, sejak pertama kali museum tersebut dibangun pada tahun 1753. Setelah mendapatkan 160 benda purbakala dari Mesir yang diberikan oleh Sir Hans Sloane. Setelah kekalahan Perancis dibawah Napoleon I pada Pertempuran Sungai Nil pada tahun 1801, koleksi benda Mesir Kuno dirampas oleh tentara Inggris, kemudian diberikan kepada British Museum pada tahun 1803.

Setelah itu, United Kingdom (UK) menunjuk ahli Mesir Kuno bernama Henry Salt sebagai Konsul di Mesir. Bertugas untuk mengumpulkan koleksi benda kuno yang berjumlah banyak. Kebanyakan dari benda kuno yang diperoleh oleh Salt, dibeli oleh British Museum dan Museum Louvre.

Pada tahun 1866 koleksi departemen ini telah berjumlah 10.000 benda. Benda kuno yang didapat dari penggalian arkeologis mulai didatangan ke museum pada akhir abad ke-19 sebagai hasil kerja Kelompok Penjelajah Mesir dibawah pimpinan E.A. Wallis Budge. Pada tahun 1924, koleksi museum ini telah berjumlah 57.000 buah.

Karena adanya dukungan penuh dari British Museum terhadap penggalian arkeologis di Mesir, hal tersebut membuat benda arkeologis dari Mesir terus berdatangan hingga abad ke-20 M, mulai berkurang ketika hukum purbakala di Mesir diterapkan. Koleksi departemen ini pada saat ini berjumlah lebih dari 110.000 benda.

Pada musim gugur 2001, delapan juta benda yang menjadi koleksi permanen British Museum ditambahkan dengan koleksi dari Wendorf, berjumlah 6 juta benda dari masa Prasejarah Mesir dan Prasejarah Sudan.

Koleksi ini didonasikan oleh Professor Fred Wendorf dari Southern Methodist University di Texas, meliputi seluruh koleksi artefak dan ekofak, dari seluruh penggalian yang dilakukan antara tahun 1963 hingga tahun 1997. Seluruh koleksi ini berada dalam perawatan Departemen Mesir Kuno dan Sudan.