SPORTOURISM – Peninggalan benda bersejarah tidak hanya dapat ditemui di daratan saja. Sebab banyak juga benda-benda bersejarah yang tenggelam di dasar danau, sungai bahkan lautan. Oleh sebab itu, untuk mengungkap sejarah di perairan maka harus dilakukan dengan cara menyelam.

Kegiatan tersebut diberi nama arkeologi bawah air atau underwater archaeology. Seperti yang dibahas dalam Seminar Nasional UKSA 387 Universitas Diponegoro pada tahun 2010, underwater archaeology merupakan disiplin ilmu yang melakukan kajian tentang kehidupan manusia masa lalu yang didasarkan tinggalan budaya materi yang berada pada permukaan dan perairan.

Di Indonesia, kegiatan ini bukanlah hal yang baru, namun selama ini underwater archaeology masih sebatas pengangkatan harta dari kapal tenggelam, survei lokasi tenggelamnya kapal, atau diskusi tentang arkeologi maritim. Hal ini karena kawasan perairan Indonesia menyimpan banyak peninggalan bersejarah.

Kegiatan arkeologi bawah air terkait pada budaya materi yang berada di bawah permukaan perairan seperti laut, danau, sungai dan lain sebagainya. Maka dari itu, kegiatan ini membutuhkan keahlian khusus yaitu teknik penyelaman serta dengan alat bantu seperti alat selam, peralatan salvage dan lain sebagainya.

Selain itu, ada beberapa sub-disiplin arkeologi lain yang memiliki kaitan dengan air seperti Maritime Archaeology.  Sub-disiplin ini mengkaji situs, artefak, tinggalan manusia di lingkungan laut, danau, aliran sungai baik yang di dalam air maupun di rawa-rawa dan daratan pesisir. Lalu masih ada beberapa sub-disiplin yang lain tetapi belum begitu populer seperti Nautical Archaeology, Naval Archaeology, Wetland Archaeology.