Kabupaten Lumajang di Jawa Timur menyimpan berbagai potensi wisata alam. Tercatat sebanyak 80 destinasi wisata yang ada. Kabupaten Lumajang dikelilingi tiga gunung berapi yaitu Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Lemongan. Keadaan gunung itu yang menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kabupaten yang sebah barat berbatasan langsung dengan Kabupaten Jember.

Namun, tidak hanya gunung saja yang menjadi destinasi wisata. Terdapat berbagai ranu, yang dalam bahasa masyarakat setempat itu berarti danau besar. Sportourism.id sempat menjelajahi enam ranu yang ada di Lumajang dalam petualangan Jelajah Ranu, Sabtu, 7 April 2018.

Berbagai Ranu yang ada di Lumajang dengan berbagai pesona didalamnya yang patut untuk dikunjungi diantaranya:

1.Ranu Regulo

Ranu Regulo (Foto: sportourism.id/ Yogi)

Ranu pertama yang di sambangi adalah Ranu Regulo. Ranu yang luasnya hampir 0,75 hektar ini posisinya tidak jauh dari Pos Resort Ranu Pane. Pos dimana para pendaki yang ingin mendaki ke Gunung Semuru memulai pendakian dengan berjalan kaki. Hanya 15 menit berjalan kaki dari Ranu Pani.

Namun sayangnya, papan penunjuk untuk ke Ranu Regulo sangat minim. Sehingga tidak banyak pendaki yang tau salah satu Ranu yang eksotis di Kabupaten Lumajang itu.

Waktu terbaik untuk ke Ranu Regulo itu saat matahari terbit sekitar pukul 05.00 WIB. Kenapa? Karena suasana mistis yang menyelimuti Ranu Regulo akan kian terasa, dibarengi dengan keluarnya cahaya matahari yang berwarna magenta. Ditambah suhu minimum di sana bisa mencapai - 4 derajat di ketinggian 2200 Mdpl. Kebayangkan sahabat sporto bisa sarapan sambil nyeruput kopi di sana?

Perjalanan menuju Ranu Regulo, melewati pemukiman warga suku Tengger. Disana kita bisa melihat aktivitas warga bercocok tanam di ladang. Aktivitas itupun tak luput dari bidikan kamera kami. Jadi kalo ke ingin ke Gunung Semeru, gak ada salahnya untuk menyambangi Ranu Regulo.


2.Ranu Pane

Ranu Pane (Foto: sportourism.id/Yogi)

Ranu Pane atau Ranu Pani merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ranu pane yang berada di Kaki Gunung Semeru, merupakan desa terakhir untuk mendaki gunung tertinggi di pulau jawa itu. Luas Ranu Pane sendiri diperkirakan mencapai 1 hektare dan berada di ketinggian 2.100 meter diatas permukaan laut.

Perjalanan ke Ranu Pani yang menempuh jarak 43 km via Alas Burno, Kecamatan Senduro, Lumajang. Waktu tempuhnya hanya dua jam. Jalan yang dilalui juga terbilang mulus.

Nyaris tidak ditemui jalan rusak untuk mencapai desa terakhir di Gunung Semeru itu. Moda transportasi juga bisa menggunakan mobil pribadi. Kebetulan Rombongan kami menggunakan berjenis van yang berkapasitas hingga 20 orang.

Menuju Ranu Pani, bisa juga ditempuh lewat Kabupaten Malang via Pasar Tumpang. Setelah itu para wisatawan ataupun pendaki harus menggunakan Jeep untuk menembus jalur berliku di Kabupaten Probolinggo hingga akhirnya sampai di Ranupani. Waktu tempuhnya sendiri kurang lebih mencapai 2 hingga 3 jam dengan menggunakan mobil jeep 4x4, dengan tarif Rp 600 hingga Rp 700 ribu untuk sekali jalan.


3.Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo (Foto: sportourism.id/ Yogi)

Danau yang luasnya kurang lebih 15 hektar tersebu menjadi salah satu yang favorit. Ranu Kumbolo sendiri berada di jalur pendakian ke puncak Gunung Semeru. Para pendaki sering menyebutnya sebagai kampungnya pendaki. Hal tersebut lantaran di Ranu Kumbolo banyak tenda-tenda berwarna-warni seolah sedang berada di sebuah perkampungan.

Dari Ranu Pane, Sahabat sporto berjalan kaki 4 hingga 5 jam. Dengan melewati 4 pos pendakian baru sampai ke Ranu yang berada di ketinggian 2200 Mdpl.

Para pendaki disarankan sampai di Ranu Kumbolo sebelum pukul 18.00 WIB atau sebelum matahari terbenam. Hal itu karena suhu di Ranu Kumbolo itu pada malam hari itu dingin dengan suhu kisaran 14 hingga 15 derajat. Pendaki bisa mendirikan tenda untuk berkemah sambil menikmati malam hari diseleimuti bintang dan cahaya bulan yang memantul di bibir danau, sungguh syahdu bukan?

4.Ranu Klakah

Ranu Klalah (Foto: sportourism.id/Yogi)

Ranu Klakah ini masuk dalam kawasan segitiga Ranu di Lumajang, Yaitu Ranu Pakis, Ranu Bedali dan Ranu Klakah. Ketiga ranu tersebut berlatarkan Gunung Lamongan yang tingginya 1.668 mdpl. Gunung Lamongan yang merupakan gunung berapi tipe maar (istirahat) di Jawa Timur yang dikelilingi oleh 27 gunung berapi maar diman garis tengahnya berkisar antara150-700 meter.

Aktivitas nelayan pun kian mulai terlihat terbias di permukaan danau. Tahun 1990an Ranu klakah sempat tenar dan menjadi salah satu tempat pengambilan gambar di TVRI kala itu. . Jika dilihat dari ketinggian selain sensasi matahari terbit, disini anda juga menikmati berbagai sarana wisata seperti, speedboat, kano, jet sky, perahu angsa, rakit bambu tradisional, area pemancingan.

Dan sobat sporto pun dapat mecicipi santap pagi di warung-warung sepanjang bibir danau yang menjajakan berbagai macam menu ikan yang diolah sesuai pilihan. Ranu Klakah sendiri berada di di Kecamatan Klakah, sekitar 20-25 km di sebelah utara kota Lumajang dengan menempuh perjalanan selama 40 menit.

Jika menggunakan Bus dari Surabaya atau Malang, sahabat sporto bisa menuju ke terminal wonorejo, lalu dilanjutkan ke terminal Klakah lalu menuju Ranu Klakah yang posisinya tidak jauh dari jalan utama. Mudah bukan?

5.Ranu Pakis

Ranu Pakis (Foto: sportourism.id/Yogi)

Ranu Pakis posisinya hanya 1 kilometer dari Ranu Klakah. Saat menuju Ranu Pakis dipertengahan jalan sahabat sporto bisa rehat sejenak untuk melihat kemegahan danau yang masih menjadi tempat budidaya ikan air tawar di bagi masyarakat sekitar. Saat rehat dan melihat danau, akan terlihat puncak Mahameru yaitu puncak dari Gunung Semeru dengan ketinggian 3676 mdpl. Terlihat Lautan pasir menyelimuti gunung yang terkenal saat film “5 Cm” itu.

Tidak hanya Puncak Mahameru, masjid dengan kubah berwarna kuning serta aktivitas nelayan bisa diabadikan dari kejauhan. Untuk menikmati Ranu Pakis anda bisa juga memancing bersama warga, sembari berinteraksi dengan keramahan mereka.

6.Ranu Bedali

Ranu Badali (Foto: sportourism.id/Yogi)

Ranu yang menjadi tempat terakhir petualangan Jelajah Ranu kali ini tidak kalah istimewa. Menurut saya, Ranu Bedali merupakan ranu yang amenitas dan atraksinya paling lengkap dibanding Ranu Pakis dan Ranu Klakah. Saat pintu masuk tanda objek wisata Ranu Bedali juga sudah terpampang. Tiket masuknya pun cukup murah hanya Rp 5.000 saja. Toilet dan pendompo untuk wisatawan juga sudah siap dan bersih.

Tidak hanya itu, ada juga pemandu wisata yang siap menemani sahaba sporto untuk mengeksplorasi Ranu Bedali lebih dalam lagi. Bagi yang suka swafoto, di Ranu ada berbagai spot foto mulai dari sepeda ontel hingga ornamen berbentuk hati dengan berlatar belakang Ranu Bedali yang berada pada ketinggian 700 meter diatas permukaan laut.

Ranu Bedali juga menyimpan dua air terjun yang posisinya berada di dekat bibir ranu. Cukup berjalan sekitar 35 menit dari pintu masuk. Menuruni jalan setapak hingga akhirnya sampai di bibir air terjun.

Keindahan ranu yang luasnya mencapai 25 hektare itu masih tersingkap ditengah perbukitan dengan pepohonan yang rindang. Pengelola sengaja menjaga keaslian kawasan agar tetap lestari. Jadi Ranu mana yang menjadi keinginan sahabat sporto untuk dijelajahi?