Apa sih enaknya naik gunung, masuk hutan, masak sendiri, tidur di tenda tanpa kasur empuk? Pun, itu dilakukan dengan jalan kaki berkilo-kilo meter. Apa nikmatnya?

Sangat nikmat, tentunya bagi pengemar naik gunung. Masalahnya, tidak semua kenikmatan itu bisa diraih dengan gampang seperti halnya orang yang mendaki puncak gunung. Buat mereka, nikmat itu prosesnya, bukan hasil.

Pendaki gunung sudah menikmati proses petualangannya sejak punya ide, membuat riset perjalanan, lalu merancang rute, menyiapkan peralatan, sulitnya mendaki, sampai akhirnya tiba puncak gunung.

Tak percaya sobat Sporto? Anda bisa tanyakan kepada para pengunjung Indonesia Outdoor Festival atau Indofest 2018. Bertualang ke alam bebas, apapun jenisnya, adalah proses yang nikmat.

Kira-kira itulah yang akan dikemukakan pada talkshow perdana di hari terakhir Indofest 2018 di Panggung Rinjani, Minggu 6 Mei 2018. Diskusi bertema 'Menjelajah Indonesia Mau Gratis atau Patungan' membuka tips-tips merengkuh perjalanan petualangan. Selain itu, talkshow juga mengulas 'Ekspedisi Jejak Petualang Bersama Consina ke Everest Basecamp'.

Ya, karena di sinilah pengunjung yang baru punya rencana bertualang ke Everest bisa mulai langsung berproses, setidaknya memperkuat ide atau rencana perjalanan.

CEO Cos Event Disyon Toba mengatakan pada tahun keempat pelaksanaannya, Indofest 2018 memberikan banyak perbedaan. Jika pada tahun pertama dan kedua temanya mengajak keluar atau ke alam, di tahun ketiga adalah wanderlust, atau menekankan kegiatan di luar rumah adalah ke alam, di tahun ini bertemakan embrace the journey.

“Untuk itulah, kami merangkul semua pihak di Indofest, mulai dari pehobi, pencinta alam, penjelajah, pebisnis, bahkan taman nasional sebagai salah satu lini depan gairah petualangan alam bebas Indonesia, untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan di Indofest,” kata Disyon.

Digelar selama empat hari sejak Kamis (3 Mei 2018) sampai Minggu (6 Mei 2018), COS Event selaku panitia penyelenggara sudah membuktikan bahwa Indofest bukan cuma menghadirkan pameran peralatan kegiatan alam bebas (outdoor equipment), tapi juga merancang banyak acara di dalam festival kegiatan alam bebas paling besar di Tanah Air ini.

Sejak hari pertama digelar, panitia menyuguhkan beragam diskusi, coaching clinics, serta demo komunitas untuk para pengunjungnya. Semua disajikan di dua panggung acara, yakni Rinjani Stage dan Leuseur Stage, akan dipenuhi berbagai acara, mulai talkshow sampai hiburan musik para artis pendukung Indofest 2018.

Sore nanti, semua itu akan berakhir. Indofest, festival alam bebas terbesar Tanah Air akan secara resmi ditutup. Antusiasme tak surut hingga dipengunjung pameran.

Para penghobi alam bebas masih memburu barang-barang perlengkapan outdoor. Apalagi, dengan tawaran yang menggiurkan potongan harga hingga 70 persen disetiap macamnya.

Selain itu, dari merek dalam negeri hingga luar negeri masih jadi incaran para pengunjung. Disyon Toba, CEO Consina Outdoor Service (COS), menjelaskan pada Indofest 2018 ini hadir 96 produsen peralatan kegiatan alam bebas berskala nasional dan internasional. Beberapa nama besar produsen dalam negeri antara lain Eiger, Consina, serta Ruff-Dhaulagiri.

“Semua berkat dukungan dan keterlibatan produsen peralatan dari dalam dan luar negeri, termasuk penyedia jasa kegiatan alam bebas, promosi destinasi, beberapa federasi dan komunitas kegiatan luar ruang,” kata Disyon di lokasi, Jakarta, Minggu 6 Mei 2018.

Sementara itu, buat diskonan menarik. Sobat sporto bisa mendapatkan harga ciamik. Salah satunya, tas Carrier Rp 875 ribu untuk harga terendah dan Rp 1,7 juta untuk harga tertinggi. Ada juga, merek forester harga Rp 400 ribuan untuk semua carrier berukuran 80 liternya.

Lalu, ada merek Co-Trex menawarkan diskon 30 persen. Carrier ukuran 75+10 liter misalnya, turun harga dari Rp 990 ribu menjadi 700 ribu. Sedangkan ukuran 65+5 liter turun harga dari Rp 850 ribu menjadi 595 ribu.