sportourism.id-Untuk banyak orang nama Awiligar mungkin terdengar asing. Kawasan di Bandung itu, memang lebih dikenal sebagai kawasan pemukiman, tapi tak banyak yang tahu sebenarnya Awiligar merupakan bukit, yang di puncaknya kita bisa menikmati pemandangan Bandung yang terhampar luas dari ujung timur, sampai ujung barat, sampai ujung selatan.

Awiligar letaknya di utara Taman Makam Pahlawan Cikutra. Kawasan itu berupa bukit yang puncaknya bertemu dengan kawasan Dago Resort dan kawasan Bojong Koneng. Jalan masuknya melalui Jalan Cukang Kawung, sekitar 300 meter arah barat Taman Makam Pahlawan, kemudian tinggal ikuti jalan itu sekitar 2 kilometer ke utara.

Dari pusat kota Bandung Awiligar bisa ditempuh hanya 30 menit dengan mobil atau sepeda motor. Karena berupa bukit, di puncak Awiligar kita bisa menikmati pemandangan cekungan Bandung, yang bisa jelas terlihat dari timur ke barat dan juga wilayah selatan dengan jajaran pegunungan di cakrawala.

Sangat mengasyikan menikmati pemandangan itu di sore yang cerah, apalagi jika lembayung merah menyertai terbenamnya matahari. Jika hari sangat cerah, kepulan uap dari kawah Darajat dan Gunung Papandayan bisa terlihat jelas.

Begitu pula puncak Gunung Cikuray di Garut, bisa terlihat sangat jelas di antara deretan pegunungan di arah selatan. Sedangkan pada malam hari, kita bisa menikmati jutaan lampu kerlap-kerlip yang terlihat sampai jauh ke kawasan Soreang, Banjaran, Ciwidey, dan Pangalengan.

Hangatnya malam dengan api unggun di The Awiligar Bandung. (Foto: The Awiligar)

Di puncak Awiligar juga terdapat sebuah tempat nongkrong, namanya The Awiligar. Letaknya sekitar 200 meter setelah Hotel The Clove Garden. Tempat itu relatif baru, mulai buka pada pertengahan Desember 2017. Konsep yang diambil adalah tempat makan di halaman.

Tampak depan, The Awiligar seperti vila dengan gaya bangunan model Eropa: atapnya tinggi runcing, dengan halaman depan yang luas. Masuk ke dalam, pengunjung akan dikejutkan dengan halaman belakang yang lebih luas dibanding halaman depan, dengan pemandangan 180 derajat ke arah cekungan Bandung.

Dari halaman belakang The Awiligar itu pengunjung bisa menikmati kerimbunan kebun cengkeh yang meluas ke arah selatan, yang disambung dengan padang rumput kecil, pesawahan, dan pemukiman. DI sisi timur, ada hutan lebat yang terjaga keasliannya, karena merupakan kawasan dilindungi dan merupakan bagian dari kawasan gudang mesiu TNI AD.

Di pagi hari, biasanya akan terdengar suara burung-burung hutan, dan elang-elang yang melayang di ketinggian. Di malam hari, pengunjung bisa menikmati jutaan kerlip lampu yang bagai terhampar di seluruh Bandung, bersaing dengan miliaran bintang di langit malam. Siapa pun yang menginginkan tempat yang tenang dan dingin pasti akan merasa betah berlama-lama di tempat ini.

Pengunjung di The Awiligar tidak hanya disuguhi pemandangan mengasyikkan, tapi juga bisa menikmati berbagai jenis makanan dan minuman yang enak dengan harga yang ramah. Mulai dari camilan, minuman, sampai makanan berat.

Masakan andalan di The Awiligar adalah rice bowl (nasi yang disajikan di dalam mangkuk) dengan pilihan topping daging sapi atau daging ayam dengan berbagai jenis saus: mulai dari saus stroganof a la Rusia, saus teriyaki a la Jepang, sampai saus lada hitam yang pedas.
Pilihan makanan tradisionalnya pun tak kalah menggoda, mulai dari nasi goreng sambal matah sampai dengan nila goreng sambal cobek.

Nasi goreng sambal matah rasanya pedas menyegarkan, merupakan kreasi dapur The Awiligar yang mencampurkan nasi goreng dengan sambal matah a la Bali, dipadu dengan potongan daging ayam, telur, dan kerupuk.

Nila goreng bumbu cobeknya pun sangat menggiurkan. Ikan nila direndam dalam bumbu kunyit, lalu digoreng sampai renyah. Dengan cara itu, ikan nila bisa dimakan tak tersisa karena daging, tulang, sampai bagian kepalanya pun sangat renyah dan gurih.

Apalagi dipadu dengan sambal terasi yang ditumbuk bersama daun kemangi. Kenikmatan melahap nila goreng sambal cobek itu terasa sangat pas dengan pemandangan alam yang terhampar luas.

Suasana malam yang dipenuhi kerlip lampu Kota Bandung di The Awiligar (Foto: The Awiligar)

Minuman yang ditawarkan pun sangat beragam. Untuk siang hari yang terik, pilihan minumannya bisa berupa minuman dingin seperti es teh lemon atau mojito strawberry.
Sedangkan untuk malam hari, yang wajib dicoba adalah teh atau kopi yang diracik dengan rempah-rempah.

Rasanya manis, gurih, dan hangat di perut. Minuman itu sangat cocok untuk udara malam Awiligar yang dingin, apalagi jika ditemani roti bakar. Uniknya, The Awiligar membuat sendiri roti yang disajikan di sana. Pengunjung bahkan bisa melihat proses pembuatan roti itu, jika datang sore hari.

The Awiligar bisa jadi alternatif liburan yang menyenangkan, murah, dan mudah didatangi. Dengan suasana dan pemandangan yang tak kalah dengan kawasan Lembang di utara Bandung atau Caringin Tilu wilayah timur. Yang mau manghabiskan liburan Idul Fitri di Bandung, tempat ini layak dikunjungi. (Zaki Yamani).