Jalan panjang harus dilalui Indonesia untuk bisa mengukuhkan peringkat pertama dalam IFSC Climbing Worldcup 2018 untuk kategori kecepatan. Kesuksesan ini tidak luput dari dominasi atlet-atlet Indonesia dalam final di tiga seri kejuaraan dunia yang diikuti mulai Moscow, Chongqing dan Tai’an.

Paling tidak, dari tiga seri terebut Indonesia sukses membawa pulang ke tanah air tujuh medali (1 emas, 3 perak, 3 perunggu). Indonesia pun menempatkan dua atletnya di jajaran elit atlet panjat dunia. Mereka adalah Aries Susanti Rahayu dan Aspar Jaelolo.

Dalam pemeringkatan IFSC, untuk nomor speed world record putri, peringkat pertama diduduki Anouck Jaubert dari Prancis dengan 240 poin. Tempat kedua diduduki Aries Susanti Rahayu dengan 220 poin dan Elena Timofeeva dari Rusia dengan 169 poin.

Sementara itu, atlet putri Indonesia lainnya berada di peringkat empat yakni Agustina Sari dengan 151 poin, Rajiah Sallsabillah pada peringkat delapan dengan 115 poin.

Puji Lestari di peringkat 9 (110 poin), Santi Wellyanti peringkat 12 (78), Nurul Iqomah peringkat 18 (42), disusul Fitriyani di peringkat 29 (16) dan Mudji Mulyani di peringkat 34 (6).

Pada nomor speed world record putra, peringkat satu hingga tiga secara berurutan ditempati Dmitrii Timofeev dari Rusia dengan 187 poin, Aspar Jaelolo dari Indonesia dengan 161 poin, dan Bassa Mawem dari Prancis dengan 151 poin.

Sementara itu, atlet putri Indonesia lainnya berada di peringkat empat yakni Agustina Sari dengan 151 poin, Rajiah Sallsabillah pada peringkat delapan dengan 115 poin.

Puji Lestari di peringkat 9 (110 poin), Santi Wellyanti peringkat 12 (78), Nurul Iqomah peringkat 18 (42), disusul Fitriyani di peringkat 29 (16) dan Mudji Mulyani di peringkat 34 (6).

Pada nomor speed world record putra, peringkat satu hingga tiga secara berurutan ditempati Dmitrii Timofeev dari Rusia dengan 187 poin, Aspar Jaelolo dari Indonesia dengan 161 poin, dan Bassa Mawem dari Prancis dengan 151 poin.

Timnas Panjat Tebing Indonesia harus diapresiasi masyarakat. Hal ini menjadi pecutan buat cabang olahraga lainnya buat menjadi paling terbaik di dunia. Indonsia berhasil menggusur rusia yang mendominasi olah raga ini. Kesuksesan ini perlu dibuktikan kembali saat ajang Asian Games mendatang.